Pegawai BUMD Pekalongan Bongkar Praktik Korupsi: Pimpinan Diduga Terlibat”

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan.-suaramasyarakat.com.//Seorang pegawai di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Pekalongan berinisial S (49) mengungkapkan dugaan praktik penyimpangan administrasi yang dilakukan oleh jajaran pimpinan tempatnya bekerja. S yang merupakan warga asli Pekalongan dan telah bekerja sejak tahun 1990-an sebagai staf mengaku diperintahkan untuk melakukan mark up administrasi hingga memalsukan stempel dan nota.

 

Menurut S, praktik tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2022 dan melibatkan pimpinan.

 

“Saya diperintah pimpinan bikin mark up administrasi dan memalsukan stempel serta nota. Semua yang bermain para pimpinan. Sekarang saya malah difitnah dan diduga akan dijebloskan ke penjara terkait masalah ini,” ujar S sambil menangis, Selasa (19/08/25).

 

Baca Juga :  Meriah! Kapolda Sulteng Lepas Ratusan Offroader di Event HUT ke-80 Korps Brimob Polri

Selain itu, S mengatakan dirinya juga mengalami beban kerja berlebih, bekerja di luar jam kerja normal.

 

“Saya ini orang kecil, hanya menjalankan perintah. Pekerjaan saya diporsir tidak sesuai jam kerja. Karena banyak fitnah, saya mengadu ke LBH Adhiyaksa agar mendampingi kasus ini,” kata S dengan nada sedih.

 

Terpisah, kuasa hukum dari LBH Adhiyaksa, Didik Pramono, S.H., menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dan menyebut siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

 

“Kami akan klarifikasi semua pihak terkait. Bila klien kami difitnah, kami akan sikat habis dari atas sampai ke bawah tanpa ampun. Berani ambil duit, harus berani ambil risiko. Jangan korbankan anak buah,” ujar Didik.

Baca Juga :  Terobos Genangan Air, Kapolsek Indra Makmu Antar Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir

 

Didik menegaskan bahwa seluruh jajaran pimpinan, termasuk direktur, pengawas dan kepala bagian, harus bertanggung jawab.

 

“Direktur, pengawas, kabag harus bertanggung jawab. Dugaan korupsi ini muncul atas perintah pimpinan sendiri,” katanya.

 

Lebih jauh, Didik meminta direktur BUMD untuk segera menonaktifkan oknum pejabat yang diduga terlibat dalam praktik administrasi fiktif guna menghindari potensi dugaan intimidasi terhadap bawahan.

 

“Saya berharap direktur menonaktifkan semua oknum pejabat yang terlibat. Bila tidak berani menonaktifkan, kami menduga direktur ikut terlibat. Kami siap turun ke jalan menyampaikan aspirasi dan membela masyarakat kecil demi keadilan. Kita akan sikat habis,” tegas Didik.

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa
Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum
Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi
Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap
Personel Polsek Idi Rayeuk Bantu Evakuasi Warga Peudawa Puntong Yang Meninggal di Pasar Idi
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 00:38 WIB

Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:45 WIB

Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terbaru