Ibu Nyimas Hanya Minta Haknya, Bukan Mobilnya! Clipan Finance Tegal Disorot, Aksi Oknum DC Dikejar Ormas

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

suaramasyarakat.com,//TEGAL – Aksi seorang ibu rumah tangga asal Kajen, Kabupaten Pekalongan, kembali membuat publik geram. Nyimas (46) harus menelan pil pahit setelah mobil Honda Brio merah miliknya diduga ditarik paksa oleh oknum debt collector (DC) tanpa penjelasan yang jelas.

 

Yang bikin makin miris, semua barang yang masih berada di dalam mobil ikut “hilang” hingga hari ini belum dikembalikan.

 

Merasa diperlakukan tidak adil, Nyimas tidak tinggal diam. Didampingi Ormas Bintang Adhiyaksa, ia melayangkan surat resmi permintaan audiensi ke kantor Clipan Finance Cabang Tegal. Surat tersebut juga ditembuskan ke Polres Kota Tegal dan sejumlah ormas serta LSM setempat.

Baca Juga :  Mosi Tidak Percaya Menggema di Samborejo, Warga Desak Transparansi Dana Desa 2022–2025

 

“Yang diminta itu sederhana. Ibu Nyimas tidak minta mobilnya kembali. Dia hanya mau barang-barang pribadinya dikembalikan dan DP mobilnya dipertanggungjawabkan,” tegas Arif, perwakilan Ormas Bintang Adhiyaksa.

 

Arif juga mengingatkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam apabila tidak ada itikad baik dari pihak finance.“Minggu depan kami akan datangi kantornya. Dan saya pastikan, ke mana pun para oknum DC itu bergerak, akan kami kejar,” tegasnya.

 

Sebelumnya Nyimas bercerita, awal masalah terjadi saat dua orang datang ke rumahnya dan mengaku sebagai DC Rekanan dari Clipan Finance. Mereka menawarkan program penurunan angsuran dari Rp3.620.000 menjadi Rp2.200.000 per bulan. Karena merasa mendapat solusi, Nyimas menyetujuinya.Namun yang terjadi justru sebaliknya mobil ditarik dan hingga kini tidak pernah dikembalikan.

Baca Juga :  Bukti Menggunung, Lobi Menyebar: Oknum Pejabat Rutan Kebumen AN Diduga Mati-Matian Tutupi Kebobrokan

 

“Saya tidak macam-macam. Saya hanya ingin hak saya dikembalikan. Barang-barang saya yang ada di dalam mobil, dan DP yang sudah saya bayar,” ujar Nyimas dengan suara bergetar.

 

Frans, perwakilan manajemen Clipan Finance Kota Tegal, menyatakan bahwa pihaknya hanya memberikan kuasa kepada perusahaan jasa penarikan kendaraan untuk mengambil unit dari debitur yang bermasalah.

 

“Soal bagaimana teknis penarikan di lapangan, saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Silakan klarifikasi langsung ke pihak ketiga,” ujar Frans kepada awak media secara terpisah.

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Berita Terbaru