Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Aceh Timur – suaramasyarakat.com // Luluhlantak akibat diterjang bencana alam banjir pada akhir November tahun lalu jadikan Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur sangat memprihatinkan.

Desa yang terletak di kawasan dibawah kaki pegunungan Bendahara itu mengalami kondisi sangat parah akibat diterjang bencana banjir dan mengakibatkan kondisi kehidupan masyarakat terpuruk total.

Menurut Manajer Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, S.E., diperoleh keterangan dari sumber-sumber terpercaya di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, khususnya di Dusun Bedari harus ditangani serius dan fokus guna mengembalikan kehidupan normal masyarakat.

“Kita sangat berharap adanya keseriusan dan fokus untuk membangun kembali pemukiman masyarakat di Desa Rantau Panjang Simpang Jernih itu, terlebih lagi desa tersebut berada dipedalaman Aceh Timur dan terisolir dari akses pemerintahan,” kata Nasruddin, S.E., Jum’at, 10 Juli 2026.

Baca Juga :  Jamil Hasan Bersama Muspika Turun ke Seruway Salurkan Bantuan Emergency ke Seruway

Manager Yayasan Geutanyoe itu juga menyampaikan pesan kepada masyarakat kawasan kaki Gunung Bendahara itu agar kedepannya tidak lagi merusak lingkungan, terutama kawasan hutan yang dilindungi oleh aturan Undang-undang negara karena semua itu bertujuan baik bagi stabilitas lingkungan dan masyarakat.

“Setiap peringatan dan edukasi yang disampaikan oleh semua pihak untuk tidak melakukan aktivitas pengrusakan kawasan hutan agar didengarkan dan tidak melakukan aktivitas ilegal logging tersebut, semua itu demi keselamatan umat manusia, jadikan peristiwa musibah ini sebagai kaji diri bagi kita semua,” pesan Manager Yayasan Geutanyoe itu.

Keterangan juga diinput awak media ini dari salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Rantau Panjang Simpang Jernih, Abu Said, salah seorang anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Timur menyebutkan, kondisi Desa atau Gampong Rantau Panjang Simpang Jernih sangat memprihatinkan akibat diterjang bencana alam akhir November tahun lalu.

Baca Juga :  Bangunan Misterius di Jalur Air Tamanrejo Picu Ancaman Banjir, Warga Desak Penertiban

“Kita sangat berharap kepada semua pihak agar serius mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat dan bantuan hunian yang layak kepada masyarakat korban dampak bencana alam di desa kami, yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan dan pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan,” harap Abu Said.

Pihaknya sangat berharap perhatian utama bagi kelompok rentan, atau disebut kelompok lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, penyandang cacat, serta warga mengidap penyakit akud untuk berikan pelayanan perioritas, terutama pelayanan kesehatan.

“Kita sangat memahami kondisi lingkungan pasca bencana alam, dimana akibat dari perubahan iklim dan cuaca itu sangat cepat terserang wabah penyakit dan butuh waktu untuk netralitas dan stabilitas hingga sampai setahun,” kata Tokoh Masyarakat Rantau Panjang Simpang Jernih itu.*

Reporter : Zulfikri

Berita Terkait

Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir
FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan
Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana
DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi
Walikota Banda Aceh Salur Bantuan Korban Bencana di Bener Meriah
Menteri PU Turun Langsung ke Pondok Balik Tinjau Bencana Amblasnya Infrastruktur Negara
Bupati Armia Fahmi Serahkan DTH Tahap I kepada 259 Korban Bencana Hidrometeorologi
15 Rumah di Kedungwuni Tergenang, Kapolsek: Situasi Aman dan Tidak Ada Warga Mengungsi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:02 WIB

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:18 WIB

Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir

Senin, 16 Maret 2026 - 06:41 WIB

FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:25 WIB

Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana

Senin, 2 Maret 2026 - 11:55 WIB

DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi

Berita Terbaru