SUARAMASYARAKAT.COM///KAJEN –Balai Kota Kajen beneran “SEPI” mendadak. Bukan karena lagi libur kolektif, tapi gara-gara 63 pejabat Pemkab Pekalongan lagi antre “curhat” di depan penyidik KPK di Polres Pekalongan Kota, Selasa (7/4/2026).
Gara-gara gelombang pemeriksaan maraton ini, Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, sampai harus turun tangan. Beliau mewanti-wanti anak buahnya supaya nggak main petak umpet alias harus kooperatif.
“Saya kira itu proses hukum yang memang wajar. Kita harus menghargai,” kata Pak Sukirman dengan nada kalem tapi tegas.
Daftar “Saksi Kunci” yang Kena Panggil: Dari Sekda Sampai Camat!
Nah Lho! Penasaran siapa saja yang wajahnya mendadak pucat di Polres hari ini? Berdasarkan rilis resmi KPK, ini dia nama-nama mentereng yang masuk daftar panggil sebagai saksi kasus Bupati nonaktif Fadia Arafiq:
Kloter Utama yang Diperiksa Hari Ini:
M. Yulian Akbar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan.
Zainuri – Kepala UKPBJ (Unit Layanan Pengadaan) Setda Pekalongan.
Murdiarso – Kepala Dinas PU dan Taru (DPUPR).
Supriyadi – Kepala Dinas Kominfo.
Ajid Suryo Pratondo – Kepala BKD.
Setiawan Dwi Antoro – Mantan Kepala Dinas Kesehatan.
Argo Yudho Ismoyo – Camat Talun.
Edy Prabowo – Pejabat ASN Pemkab.
Pejabat Lain yang Juga Terseret (Data OTT & Pengembangan):
Budi Rahmulyo (Camat Kranganyar), dr. Ryan (Plt Direktur RSUD Kesesi), Nuryadi (Kabid Perkim LH), dan Herman (Kabag Umum Setda).
Totalnya ada 63 orang, lho! Mereka dijadwalkan diperiksa secara bertahap sampai tanggal 22 April 2026. Kebayang kan, betapa sibuknya Polres Pekalongan Kota jadi “kantor cabang” KPK dadakan sebulan ke depan?
Aroma “Bancakan” Proyek Rp24 Miliar
Pemeriksaan massal ini adalah buntut panas dari kasus yang menjerat Fadia Arafiq sejak OTT Maret lalu. KPK nggak mau tanggung-tanggung, mereka lagi melacak aliran dana pengadaan barang dan jasa serta proyek outsourcing yang diduga merugikan negara hingga Rp24 miliar.
Gosipnya, penyidik lagi mendalami siapa saja yang jadi “kurir”, siapa yang cuma tukang stempel, dan siapa yang ikut kecipratan aliran dana ke perusahaan PT RNB yang diduga milik keluarga dekat sang Bupati.
Pesan Sponsor: “Mending Jujur Daripada Pakai Baju Oranye”
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pemeriksaan ini untuk memperjelas peran masing-masing pejabat dalam “permainan” proyek di Pemkab.
Nah Lho! Buat para ASN yang namanya sudah ada di daftar panggil, mending siapkan mental dan ingatan yang tajam. Karena kalau sampai “ngumpet” atau kasih keterangan mencla-mencle, risikonya bisa-bisa Lebaran tahun ini nggak di rumah, tapi di “hotel prodeo” Kuningan!
Pantau terus Nah Lho! Jangan sampai ketinggalan episode selanjutnya: Kira-kira siapa yang bakal nyusul pakai rompi oranye(santo)






