Galian C Desa Gejlik Disorot, Aparat Diminta Teliti Titik Koordinat dan Tindak Tegas Pelanggaran Meski Berizin

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASUARAKAT.COM//PEKALONGAN – Aktivitas galian C di Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, kembali menuai sorotan tajam masyarakat. Selain berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, kegiatan penambangan tersebut juga dinilai membawa dampak sosial yang tidak kecil bagi warga sekitar. Publik kini mendesak agar pihak terkait lebih teliti dan tegas, terutama dalam menindak setiap pelanggaran yang terbukti terjadi di lapangan.

 

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Aktivitas galian C di wilayah Gejlik–Sambiroto dikhawatirkan dapat merusak struktur tanah, mengganggu keseimbangan ekosistem, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar akibat debu, kebisingan, dan kerusakan akses jalan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kepatuhan penambangan terhadap aturan dan batas wilayah (titik koordinat) yang telah ditetapkan.

 

Pemerintah Kabupaten Pekalongan sendiri diketahui telah membentuk tim kajian lintas instansi untuk memantau dan menertibkan aktivitas penambangan ilegal di wilayahnya, termasuk galian C di Desa Gejlik. Namun demikian, masyarakat menilai langkah tersebut harus dibarengi dengan tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar pengawasan administratif.

Baca Juga :  Tahapan Pildatok di Desa Selamat, Tenggulun Diduga Kisruh, Ini Kronologinya

 

Aktivis lingkungan menegaskan bahwa izin bukanlah tameng pelanggaran. Setiap aktivitas pertambangan, meskipun mengantongi izin resmi, tetap wajib mematuhi ketentuan teknis, lingkungan, serta batas titik koordinat yang telah ditetapkan.

 

“Kalau ditemukan aktivitas di luar titik koordinat atau melanggar ketentuan lingkungan, harus ditindak tegas. Jangan ada toleransi, apalagi jika pelakunya pejabat atau anggota dewan,” tegas salah satu pemerhati lingkungan di Pekalongan.

 

Sorotan publik semakin tajam karena pemilik usaha galian C tersebut disebut merupakan salah satu anggota dewan. Fakta ini memunculkan tuntutan moral dan etik yang lebih tinggi, mengingat seorang wakil rakyat seharusnya menjadi teladan dalam kepatuhan hukum, bukan justru menimbulkan kecurigaan publik.

Baca Juga :  Diduga Ada Permainan Perkara! Suara Masyarakat Bersama Law Firm Soroti Pergantian Nama Pelapor di Satreskrim Polres Serang

 

“Sebagai anggota dewan, seharusnya paham aturan dan dampak lingkungan. Jika justru terjadi pelanggaran, ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga krisis etika,” ujar tokoh masyarakat setempat.

 

Masyarakat mendesak agar Dinas ESDM, DLH, Satpol PP, serta aparat penegak hukum benar-benar melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk verifikasi titik koordinat penambangan, dokumen perizinan, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas dinilai mutlak dilakukan tanpa pandang bulu.

 

Kasus galian C di Desa Gejlik kini menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan dan melindungi lingkungan. Publik menunggu apakah hukum benar-benar ditegakkan secara adil, atau justru tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

 

Redaksi – Bayu Anggara

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru