SUARAMASYARAKAT.COM//PEKALONGAN –27-12 -2025 Nasib apes dialami warga Desa Sidosari – Pantirejo, Kesesi. Alih-alih menikmati aspal mulus hasil janji kampanye, warga justru harus “berenang” di atas motor setiap hari. Kondisi jalan penghubung desa tersebut kini hancur lebur, penuh lubang dalam yang siap menelan ban motor pengendara yang melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan miris. Jalanan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi warga kini lebih mirip sawah baru. Lubang-lubang besar digenangi air hujan, menciptakan jebakan maut bagi siapa saja yang kurang waspada.
Unek-unek Netizen Meledak!
Kondisi ini sontak memicu “huru-hara” di jagat maya setelah akun Someabout Lur mengunggah potret kerusakan jalan tersebut. Netizen yang sudah kenyang dengan janji-janji manis pun langsung meluapkan kekesalan mereka dengan komentar yang menyengat:
Korban PHP: Akun Someabout Lur dengan nada getir menyebut warga sebagai “korban janji manis”. Ia mengeluhkan aspal yang tidak kunjung datang, padahal kondisi jalan sudah sangat membahayakan.
Sentilan Politik: Andre Sebastian tak kalah pedas. Ia menyindir fenomena “serangan fajar” yang hanya dirasakan sekali, tapi penderitaan akibat jalan rusak harus ditanggung selama bertahun-tahun.
Solusi Nyeleneh: Saking gemasnya, akun Kuncung menyarankan agar jalan berlubang itu ditanami pohon pisang saja supaya lebih bermanfaat daripada dibiarkan rusak tanpa kejelasan.
Mandi Gratis: Sang pengunggah bahkan berkelakar kalau lubang di jalan tersebut sudah cukup dalam untuk dipakai mandi.
Menanti Gerak Cepat “Orang Atas”
Warga kini hanya bisa berharap unggahan ini viral dan sampai ke telinga para pejabat yang berwenang. Mereka menuntut bukti nyata, bukan sekadar janji-janji di atas kertas saat mencari suara. “Up terus biar tembus ke atasan,” tulis Ridho Ilahi penuh harap.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda alat berat bakal mampir ke lokasi. Warga Sidosari pun masih harus berakrobat di atas motor, bertaruh nyawa di antara kubangan air dan lumpur.
(Santokajen)

