Narapidana Seharusnya Dibina, Bukan Diperas: Dugaan Penganiayaan dan Pungli di Rutan Kelas II B Kebumen Disorot Publik

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMASYARAKAT.COM//Kebumen — Narapidana dan tahanan adalah warga negara yang sedang menjalani proses hukum dan pembinaan agar kelak dapat kembali menjadi pribadi yang lebih baik serta diterima oleh masyarakat. Namun prinsip dasar pemasyarakatan tersebut dinilai tercoreng oleh dugaan penganiayaan dan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Rutan Kelas II B Kebumen.

Kasus ini mencuat setelah seorang tahanan perempuan berinisial D melaporkan dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya oleh oknum petugas rutan. Laporan tersebut telah diterima secara resmi oleh Polres Kebumen dengan nomor Rekom/568/XII/SPKT dan kini tengah diproses oleh aparat penegak hukum.

 

Pembinaan Berubah Menjadi Tekanan

 

Alih-alih mendapatkan pembinaan dan perlakuan manusiawi, korban justru diduga mengalami kekerasan serta tekanan yang berujung pada permintaan sejumlah uang. Fakta ini memicu kemarahan publik, karena bertentangan dengan tujuan utama sistem pemasyarakatan.

 

“Narapidana itu bukan sampah masyarakat. Mereka sedang menjalani proses untuk menjadi lebih baik. Kalau justru dipersulit dan dimintai uang, lalu di mana letak pembinaannya?” tegas pimpinan Suara Masyarakat.

Baca Juga :  Polda Sumsel Bongkar Penyelewengan Pupuk Subsidi, 14 Ton Disita dan Delapan Tersangka Diamankan

 

Dugaan Aliran Dana ke Koperasi Pegawai

 

Hasil penelusuran tim investigasi SuaraMasyarakat.com menemukan adanya bukti transaksi transfer dana ke rekening koperasi pegawai rutan, yang diduga berkaitan dengan salah satu pejabat rutan dan keluarga tahanan berinisial S. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik pungli yang memanfaatkan posisi rentan para tahanan dan keluarganya.

 

Praktik semacam ini dinilai sangat tidak berperikemanusiaan, mengingat sebagian besar keluarga tahanan berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.

 

Kesaksian Mantan Narapidana Membuka Fakta Lama

 

Sejumlah mantan narapidana turut menyampaikan kesaksian serupa. Mereka mengaku praktik pungli dan tekanan oleh oknum petugas telah lama terjadi, namun jarang terungkap karena para tahanan takut mendapatkan perlakuan lebih buruk apabila melawan atau melapor.

Baca Juga :  Abaikan Fakta dan Bukti, Kinerja Unit I Satreskrim Pekalongan Dipertanyakan”

 

Melanggar Hukum dan Hak Asasi Manusia

 

Jika terbukti, perbuatan tersebut berpotensi melanggar:

• UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan bahwa tahanan dan narapidana berhak atas perlakuan manusiawi dan pembinaan

• Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan

• Pasal 422 KUHP dan UU Tipikor terkait penyalahgunaan kewenangan dan pungutan liar

 

Desakan Perbaikan Sistem dan Penindakan Tegas

 

Masyarakat mendesak Polres Kebumen, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, serta Inspektorat Jenderal Kemenkumham untuk mengusut tuntas kasus ini. Penindakan tegas dinilai penting agar lembaga pemasyarakatan kembali pada marwahnya sebagai tempat pembinaan, bukan tempat yang justru menghancurkan mental dan harapan para tahanan.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemasyarakatan bukan diukur dari kerasnya perlakuan, melainkan dari sejauh mana negara mampu membina manusia agar kembali diterima di tengah masyarakat.

 

Redaksi — Bayu Anggara

Berita Terkait

Tri Septa BA, SH Sikapi Pernyataan Wakapolres dan Wabup Buol Terkait Dugaan PETI di Paleleh Barat
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
Bawa Sertifikat SNI, Kuasa Hukum Siap Ungkap Fakta di Balik Pernyataan Polres Tapin soal Selang LPG
Di Balik Pengungkapan Kasus Minyak Goreng, Polres Tapin Dihantam Dugaan Penyiksaan; Kuasa Hukum: “Kami Akan Lawan Sampai Tuntas
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
FPRM Minta Pembunuh PMI Warga Aceh di Sepang, Selangor, Malaysia Dihukum Berat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Tri Septa BA, SH Sikapi Pernyataan Wakapolres dan Wabup Buol Terkait Dugaan PETI di Paleleh Barat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Bawa Sertifikat SNI, Kuasa Hukum Siap Ungkap Fakta di Balik Pernyataan Polres Tapin soal Selang LPG

Berita Terbaru