SUARAMASYARAKAT.COM///Palembang, 27 Juni 2026 – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) Sumatera Selatan resmi melantik pengurus periode 2025–2030 dalam acara yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jalan Gubernur A. Bastari, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (27/6/2026).
Pelantikan mengusung tema “Bersatu dalam Budaya, Berdaya untuk Masyarakat, Berkarya untuk Sumsel”. Kegiatan dihadiri Ketua Umum BPP KKW Amran Jamaluddin, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Kurniawan Abadi yang mewakili Gubernur Sumsel, Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Edwin Ibrahim, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, serta Staf Ahli Wali Kota Palembang H. Edison.
Mewakili Gubernur Sumsel, Kurniawan Abadi menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus BPW KKW Sumsel. Pemerintah Provinsi berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan di Sumatera Selatan, baik di bidang infrastruktur, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, maupun pengembangan sektor pariwisata.
Ketua Umum BPP KKW, Amran Jamaluddin, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat asal Kabupaten Wajo yang hadir dalam pelantikan. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bukti kuatnya persatuan dan semangat kekeluargaan masyarakat Wajo di perantauan.
Ia berharap BPW KKW Sumsel menjadi wadah yang mampu mempererat silaturahmi, mendata seluruh warga asal Wajo di Sumatera Selatan, serta menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BPW KKW Sumsel H.
Ahmad Tahir mengungkapkan, berdasarkan data BPW Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan tahun 2000, terdapat sekitar 200 ribu warga asal Sulawesi Selatan yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, warga asal Kabupaten Wajo merupakan komunitas terbesar, yang banyak bermukim di Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Menurut Tahir, mayoritas masyarakat Wajo di Sumatera Selatan bergerak di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, dengan komoditas kelapa di Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu sektor unggulan.
Usai pelantikan, BPW KKW Sumsel akan segera melakukan konsolidasi organisasi sekaligus pendataan warga asal Wajo di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Sebanyak 80 pengurus dan anggota resmi dikukuhkan dalam pelantikan tersebut.
Selain itu, BPW KKW Sumsel juga berkomitmen menjaga silaturahmi tanpa membedakan latar belakang sosial serta membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang memberikan layanan bantuan hukum secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam waktu dekat, BPW KKW Sumsel juga akan menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun program kerja organisasi sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan selama masa bakti 2025–2030.
Tahir menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas dukungan dan perhatian terhadap keberadaan masyarakat asal Kabupaten Wajo di Sumatera Selatan.






