Kasus Dana Poktan MK Tanam Ubi Kayu Bank Aceh Syari’ah Rp 1 M Tahun 2019, Apa Cerita?

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – SuaraMasyarakat.com // Bank Aceh Syari’ah Cabang Kualasimpang pada tahun 2019 kucurkan dana senilai Rp 1 Milyar untuk bantuan Budi daya tanaman singkong atau ubi kayu melalui kelompok tani (Poktan) Mekar Kembali berdomisili di Desa Kaloy, Tamiang Hulu, Aceh Tamiang.

Dana tersebut dialokasikan untuk 20 petani, masing masing petani dibilang uang mendapat 50 juta per orang, menurut informasi terhimpun petani tidak menerima dalam bentuk uang tunai.

Diawal, dana diklaim sebagai bentuk bantuan hibah kemudian diminta kembali oleh pihak Bank Aceh Syariah sebagai pinjaman harus dicicil oleh petani, walaupun petani mengira itu adalah dana hibah.

“Mayoritas petani mengaku tidak pernah menerima dana tunai, hanya mendapatkan bibit ubi, pupuk, herbisida dan sarana produksi lainnya,” kata sumber dari petani kepada media ini, Selasa, 04 November 2025, malam via telepon seluler.

Baca Juga :  Si Propam Polres Parigi Moutong Laksanakan Gaktibplin, Pastikan Kesiapan Personel Jelang Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026

Menurut salah seorang warga Kaloy, “Kasus ini sudah dilaporkan dulu oleh LSM Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembaH Tari) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang, kami dapat informasi proses hukumnya terkesan tidak jelas hingga saat ini,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tamiang, Dr.Yudhi Supryiadhi, S.H, M.H ketika dikonfirmasi awak media PNN.com melalui nomor whatshapnya cuma menjawab singkat, “Nanti saya cek,” ujarnya.

Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Aceh Tamiang, Alfian, waktu dihubungi via telpon selular membenarkan kasus tersebut. “Sudah diambil alih oleh Bank Aceh dipusat, BG di Banda Aceh,” ujar Alfian, Alfian juga mengakui kasus kredit itu juga belum tuntas.

Baca Juga :  Abaikan Fakta dan Unsur Delik, Unit I Satreskrim Polres Pekalongan Kabupaten Dinilai Langgar Perkapolri”

Untuk pengingat, kelompok tani atau ketua kelompok berinisial W alias L menerima dana tersebut dari Bank Aceh Syariah dan mengutarakan kepada petani bahwa ini dana hibah, kenyataan nya dianggap kredit oleh pihak bank sehingga harus dikembalikan.

Karena panen gagal dan jarak tempuh terlalu jauh, 20 orang petani ini kesulitan mengembalikan bantuan tersebut, sehingga muncullah kasus kredit macet ini yang berpotensi merugikan keuangan negara.*

Reporter : S. Adi P
Sumber : PNN.com

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru