SUARAMASYARAKAT.COM///PALEMBANG – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan dari posisi saat ini sekitar 5,3 persen menuju 6 persen. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) KADIN Sumsel yang digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (24/9/2026).
Ketua Umum KADIN Sumatera Selatan H. Affandi Udji mengatakan, target pertumbuhan 6 persen bukan sekadar slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui langkah terukur dan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha serta seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Selatan.
“Dari 5,3 persen yang kita sampaikan, dunia usaha mendorong agar kita bisa mencapai 6 persen. Kekuatan kita adalah kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha dan seluruh yang ada di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut nantinya akan dibentuk dan dievaluasi berdasarkan tahapan serta indikator yang jelas. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat diukur hasil dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Affandi juga menyampaikan bahwa sejumlah program kerja KADIN Sumsel nantinya akan dibawa menjadi bagian dari program di tingkat nasional. Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan hari jadi KADIN yang ke-58, yang menjadi salah satu kesempatan untuk memperkuat program dunia usaha agar dapat memberikan dampak lebih luas.
Selain itu, KADIN Sumsel akan mendorong pembahasan sejumlah sektor potensial di tingkat pusat, termasuk komoditas dan program yang dinilai memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Salah satu perhatian KADIN adalah persoalan perizinan. Menurut Affandi, terdapat sejumlah perizinan yang dinilai lebih efektif apabila dapat ditangani di daerah sehingga proses pelayanan kepada pelaku usaha menjadi lebih mudah dan efisien.
“Perizinan yang selama ini seharusnya bisa dikerjakan di daerah, kita dorong supaya bisa kembali ke daerah. Ini agar lebih mudah bagi pelaku usaha,” katanya.
KADIN Sumsel juga akan melakukan kajian berdasarkan kondisi dan persoalan yang ditemukan di lapangan sebagai bahan untuk mendorong perbaikan regulasi dan kemudahan berusaha.
Affandi menegaskan, apabila kolaborasi antarpihak berjalan dengan baik, regulasi semakin mendukung, serta kepastian hukum dapat berjalan, maka target pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat menjadi sasaran yang diperjuangkan bersama.
“Kita dari dunia usaha bicara dengan angka. Kalau dibantu dengan kemudahan regulasi dan semua bisa berjalan, insyaallah 6 persen bukan hal yang mustahil untuk kita capai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie turut hadir dalam RAPIMPROV KADIN Sumsel. Kehadiran pimpinan KADIN Indonesia tersebut memperkuat sinergi antara KADIN daerah dan pusat dalam mendorong pengembangan dunia usaha serta pertumbuhan ekonomi.
RAPIMPROV KADIN Sumsel diharapkan menghasilkan program kerja dan rekomendasi yang konkret, terukur serta dapat menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan menuju target 6 persen.






