Kenten Laut, — Kerusakan jalan menuju area PT SSG kembali dikeluhkan warga dan para karyawan perusahaan tersebut. Jalan di wilayah Kenten Laut Sebrang dilaporkan mengalami kerusakan parah, berlubang besar, serta sering tergenang banjir hingga menyebabkan mobil angkutan sawit terbenam dan memicu kemacetan panjang. Akibatnya, begitu banyak kendaraan — termasuk mobil penjemput karyawan — tidak dapat keluar maupun masuk lokasi.
Sejumlah karyawan PT SSG mengaku sangat kecewa karena harus menunggu berjam-jam akibat keterlambatan penjemputan. Kemacetan mengakibatkan mereka terlambat tiba di tempat kerja, sehingga menggangu aktivitas di perkebunan.
Menurut seorang narasumber berinisial D yang merupakan warga sekitar, kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Ia mengatakan bahwa keterlambatan transportasi pekerja sering terjadi karena kendaraan penjemput yang tersedia hanya satu unit.
“Banyak karyawan yang tidak punya kendaraan pribadi terpaksa naik mobil dump truck pengangkut sawit. Mereka berdesak-desakan, laki-laki dan perempuan bercampur, bahkan sering bersenggolan karena penuh sekali. Mobil penjemput utama cuma satu, yang lain katanya rusak,” ujar warga tersebut.
Warga menduga kondisi ini merupakan bentuk kelalaian manajemen, karena karyawan yang merupakan warga asli Kenten Laut harus menanggung risiko perjalanan yang tidak nyaman dan tidak aman setiap hari.
“Karyawan itu manusia, bukan muatan sawit. Tolong jangan disamakan. Mereka warga pribumi Kenten Laut, tolong perhatikan nasib mereka,” tambah narasumber.
Masyarakat mendesak pihak PT SSG serta pejabat dan perangkat daerah terkait untuk segera turun tangan. Mereka meminta:
• Perbaikan jalan agar akses keluar masuk tidak kembali lumpuh.
• Perbaikan armada penjemputan karyawan, agar tidak hanya satu perusahaan yang beroperasi.
• Penghentian penggunaan dump truck sawit sebagai angkutan pekerja, karena dinilai tidak aman dan tidak layak.
Warga berharap pihak perusahaan tidak mengabaikan kondisi ini dan segera memberikan solusi sebelum situasi semakin memburuk.
Red – Bayu Anggara






