Hasil Investigasi Tim Screet Mission (1) Tambang Emas Belum Berizin di Nagan Raya Dongkrak Ekonomi Rakyat

- Redaksi

Selasa, 16 September 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Potensi peningkatan dan keberlanjutan ekonomi rakyat di Nagan Raya sangat terdongkrak sejak mulai aktivitas tambang emas meskipun belum memiliki perizinan resmi dari pemerintah beroperasi dibeberapa kecamatan dalam daerah berjuluk Bumoe Siribee Rameune itu.

Hal itu dibuktikan dari hasil investigasi dan penelusuran kawasan pedalaman Kabupaten Nagan Raya mulai Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur, Beutong, Beutong Ateuh Banggalang, serta Kecamatan Darul Makmur.

Awalnya, tujuan investigasi tersebut mendalami sejauh mana luas kawasan aktivitas tambang emas tanpa izin alias illegal mining itu, serta dampak bagi lingkungan akan kerusakannya akibat eksplorasi.

Tim dihadang masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media dan para aktivis pemerhati lingkungan, ternyata masyarakat mengatakan dampak aktivitas tambang emas belum berizin itu adalah lahan mata pencaharian ribuan kepala keluarga dan menghidupi puluhan ribu masyarakat dari hasilnya.

“Sejak tambang emas ini beraktivitas ditempat kami, banyak pengangguran mendapat peluang kerja, kegiatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) hampir tidak ada dilingkungan masyarakat kami karena aktivitas ekonomi terbuka,” ujar Sulaiman, warga desa pedalaman Beutong, Senin, 15 September 2025.

Saiful Amri, warga Seunagan Timur menyebut, dari kegiatan tambang emas itu, banyak para janda kepala keluarga ikut mendulang emas dari material sengaja disediakan oleh Beco yang bekerja menggali bahan untuk disaring mendapatkan emas,

Baca Juga :  PTP ( Paguyuban Terapis Pati) Gelar Bakti Sosial Pengobatan Alternatif di Desa Jatimulyo

“Saya melihat dari berbagai kampung para ibu-ibu datang ke daerah pedalaman wilayah kami untuk mendulang katanya, mereka bilang susah cari uang selama ini, daripada berbuat kurang baik untuk dapat uang, mereka pilih mendulang emas, meskipun rezeki untung-untungan,” ungkap Saiful kepada tim menamakan diri Screet Mission.

Lanjutnya, namun rata-rata dari ibu-ibu itu saat pulang mereka membawa hasil meskipun tidak sesuai harapan, yakni ingin dapatkan hasil dalam beberapa hari bisa bawa minimal 5-6 gram.

“Tetapi ada juga yang dapat seminggu hingga 8-10 gram kotor, pendapatan sangat lumayan, kalau dulu harga emas tidak seperti saat ini sudah lumayan bagus,” terangnya diakhir.

Rosmiah Cs, ditemui Tim dikawasan Beutong dengan sedikit rasa takut melihat tim mengaku, “Alhamdulillah, pak, kami bisa menghidupi keluarga kami dari hasil mendulang ini, kalau dapat 2-3 gram sudah cukup untuk sebulan biaya hidup dan kebutuhan sekolah anak pak, tolong bantu jangan ditutup orang Beco tambang tu ya pak,” pintanya grogi bernada sedih.

Para pedagang juga memberikan respon terkait sejak aktivitas tambang emas di wilayah Nagan Raya mulai beroperasi hingga sekarang, situasi ekonomi masyarakat sudah mulai meningkat secara sudut pandang menengah kebawah dalam berbelanja.

“Tidak banyak lagi orang berutang, memang nampak kalau warga yang mau mendulang emas dalam berbelanja lancar serta tidak banyak mikir-mikir mengeluarkan uang beli kebutuhan, kami berharap situasi dapat berlangsung terus,” kata seorang pedagang di Ulee Jalan tanpa sebut namanya.

Baca Juga :  Kasus Pencabulan Anak di Desa Pisou Ditangani Polsek Pagimana

Tim Screet Mission dipimpin Safrian Adi Pratama menilai, dampak positif tambang emas di Nagan Raya khususnya baik untuk ekonomi masyarakat secara umum, terdapat analisa pertumbuhan ekonomi sangat meningkat bagi para pekerja tambang yang memiliki modal dan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat pendulang.

“Terdapat juga para kaum laki-laki ikut mendulang emas dengan harapan pendapatan lebih baik daripada bekerja di kebun sebagai upahan serabutan atau mocok-mocok, banyak yang memilih mendulang emas,” Safrian Adi Pratama.

Kata Ketua Tim Screet Mission itu, dampak lingkungan sebenarnya dapat dicegah dengan menyampaikan himbauan kepada masyarakat penambang untuk memperhatikan keseimbangan lingkungan setelah dieksplorasi dengan menutup kembali lubang bekas galian.

“Namanya dampak negatif tetap timbul dari kegiatan eksplorasi tersebut, tetapi kita juga lebih melihat pertimbangan kepentingan lebih spesifik bagi kehidupan masyarakat, apa lagi masyarakat menyampaikan bahwa jika tutup tambang emas maka berikan kami lapangan kerja lain lebih layak, begitu ungkap masyarakat,” papar Tim Screet Mission.

Lebih lanjut, Tim meminta agar pemerintah agar memberikan kemudahan proses melegalkan usaha tambang rakyat tersebut untuk lebih leluasa mereka beraktivitas penambangan melalui aturan yang berlaku.*
(Bersambung…)

Reporter : SurPa

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru