Nagan Raya, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Potensi peningkatan dan keberlanjutan ekonomi rakyat di Nagan Raya sangat terdongkrak sejak mulai aktivitas tambang emas meskipun belum memiliki perizinan resmi dari pemerintah beroperasi dibeberapa kecamatan dalam daerah berjuluk Bumoe Siribee Rameune itu.

Hal itu dibuktikan dari hasil investigasi dan penelusuran kawasan pedalaman Kabupaten Nagan Raya mulai Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur, Beutong, Beutong Ateuh Banggalang, serta Kecamatan Darul Makmur.
Awalnya, tujuan investigasi tersebut mendalami sejauh mana luas kawasan aktivitas tambang emas tanpa izin alias illegal mining itu, serta dampak bagi lingkungan akan kerusakannya akibat eksplorasi.
Tim dihadang masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media dan para aktivis pemerhati lingkungan, ternyata masyarakat mengatakan dampak aktivitas tambang emas belum berizin itu adalah lahan mata pencaharian ribuan kepala keluarga dan menghidupi puluhan ribu masyarakat dari hasilnya.
“Sejak tambang emas ini beraktivitas ditempat kami, banyak pengangguran mendapat peluang kerja, kegiatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) hampir tidak ada dilingkungan masyarakat kami karena aktivitas ekonomi terbuka,” ujar Sulaiman, warga desa pedalaman Beutong, Senin, 15 September 2025.
Saiful Amri, warga Seunagan Timur menyebut, dari kegiatan tambang emas itu, banyak para janda kepala keluarga ikut mendulang emas dari material sengaja disediakan oleh Beco yang bekerja menggali bahan untuk disaring mendapatkan emas,
“Saya melihat dari berbagai kampung para ibu-ibu datang ke daerah pedalaman wilayah kami untuk mendulang katanya, mereka bilang susah cari uang selama ini, daripada berbuat kurang baik untuk dapat uang, mereka pilih mendulang emas, meskipun rezeki untung-untungan,” ungkap Saiful kepada tim menamakan diri Screet Mission.
Lanjutnya, namun rata-rata dari ibu-ibu itu saat pulang mereka membawa hasil meskipun tidak sesuai harapan, yakni ingin dapatkan hasil dalam beberapa hari bisa bawa minimal 5-6 gram.
“Tetapi ada juga yang dapat seminggu hingga 8-10 gram kotor, pendapatan sangat lumayan, kalau dulu harga emas tidak seperti saat ini sudah lumayan bagus,” terangnya diakhir.
Rosmiah Cs, ditemui Tim dikawasan Beutong dengan sedikit rasa takut melihat tim mengaku, “Alhamdulillah, pak, kami bisa menghidupi keluarga kami dari hasil mendulang ini, kalau dapat 2-3 gram sudah cukup untuk sebulan biaya hidup dan kebutuhan sekolah anak pak, tolong bantu jangan ditutup orang Beco tambang tu ya pak,” pintanya grogi bernada sedih.
Para pedagang juga memberikan respon terkait sejak aktivitas tambang emas di wilayah Nagan Raya mulai beroperasi hingga sekarang, situasi ekonomi masyarakat sudah mulai meningkat secara sudut pandang menengah kebawah dalam berbelanja.
“Tidak banyak lagi orang berutang, memang nampak kalau warga yang mau mendulang emas dalam berbelanja lancar serta tidak banyak mikir-mikir mengeluarkan uang beli kebutuhan, kami berharap situasi dapat berlangsung terus,” kata seorang pedagang di Ulee Jalan tanpa sebut namanya.
Tim Screet Mission dipimpin Safrian Adi Pratama menilai, dampak positif tambang emas di Nagan Raya khususnya baik untuk ekonomi masyarakat secara umum, terdapat analisa pertumbuhan ekonomi sangat meningkat bagi para pekerja tambang yang memiliki modal dan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat pendulang.
“Terdapat juga para kaum laki-laki ikut mendulang emas dengan harapan pendapatan lebih baik daripada bekerja di kebun sebagai upahan serabutan atau mocok-mocok, banyak yang memilih mendulang emas,” Safrian Adi Pratama.
Kata Ketua Tim Screet Mission itu, dampak lingkungan sebenarnya dapat dicegah dengan menyampaikan himbauan kepada masyarakat penambang untuk memperhatikan keseimbangan lingkungan setelah dieksplorasi dengan menutup kembali lubang bekas galian.
“Namanya dampak negatif tetap timbul dari kegiatan eksplorasi tersebut, tetapi kita juga lebih melihat pertimbangan kepentingan lebih spesifik bagi kehidupan masyarakat, apa lagi masyarakat menyampaikan bahwa jika tutup tambang emas maka berikan kami lapangan kerja lain lebih layak, begitu ungkap masyarakat,” papar Tim Screet Mission.
Lebih lanjut, Tim meminta agar pemerintah agar memberikan kemudahan proses melegalkan usaha tambang rakyat tersebut untuk lebih leluasa mereka beraktivitas penambangan melalui aturan yang berlaku.*
(Bersambung…)
Reporter : SurPa






