Konawe, Sulgara — suaramasyarakat.com // Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite subsidi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Astina, Kabupaten Konawe Utara, disebut dipengaruhi oleh keterlambatan pengiriman BBM dari Depot Pertamina Kendari.
Hal tersebut disampaikan Roy, pengawas SPBU, saat ditemui media ini di Astina, Kabupaten Konawe Utara, baru-baru ini.
Roy menjelaskan, antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite subsidi merupakan kondisi yang biasa terjadi di SPBU tersebut. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan BBM masih terjaga.
“Untuk Pertalite subsidi sudah biasa terjadi itu, dan bahan bakar tetap tersedia,” ujar Roy kepada media ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa SPBU tersebut merupakan milik Pertamina. Menurutnya, penyaluran BBM kepada konsumen dibatasi sekitar 40 liter dan tidak dapat melebihi ketentuan tersebut.
“Dan semua sudah tercukupi dan pelayanan BBM berjalan lancar. Hanya kebutuhan minyak tinggi di sini,” ucapnya.
Selain menjelaskan persoalan distribusi BBM, Roy mengungkapkan bahwa SPBU tersebut telah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas itu, menurutnya, digunakan untuk memantau aktivitas SPBU hingga ke pusat.
“Di sini juga ada CCTV yang membekali, jadi terpantau sampai ke pusat,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui bahwa sistem pengawasan tersebut masih menghadapi kendala jaringan. Meski demikian, kendala tersebut disebut masih dapat diatasi.
“Hanya terkendala memang masalah jaringan, namun bisa diatasi,” jelasnya.
Roy berharap pengiriman BBM dari Depot Pertamina Kendari dapat dipercepat. Menurutnya, percepatan distribusi diperlukan agar penyaluran BBM di SPBU tersebut dapat kembali berjalan lebih lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.*
Yuda






