Anggaran 2025 Sudah Ditarik dari RKD, Keuchik Meunjee Payong Diduga Tidak Realisasi Proyek Fisik, Benarkah?

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — SuaraMasyarakat.com // Kepala Desa (Kades) Meunjee Payong, Usman, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) desa telah cairkan anggaran dana desa (DD) dari Rekening Kas Desa (RKD) sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, tetapi disinyalir tidak mengerjakan sejumlah kegiatan fisik, benarkah?

Informasi dari salah satu narasumber masyarakat Desa Meunjee Payong, praktik seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Narasumber tersebut menyebutkan beberapa item kegiatan dananya telah dicairkan, namun tidak ada pekerjaan di lapangan.

“Seperti pembangunan pagar meunasah, itu tidak pernah dikerjakan sampai sekarang, padahal anggarannya sudah dicairkan sejak tahun 2024, belum lagi fisik lainnya anggaran di 2025,” ungkap sumber enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan, Jum’at (17/10/25).

Menanggapi hal ini, Camat Meurah Mulia, Abdurrahman, S.Sos, mengatakan pihak kecamatan akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Wakapolda Sulteng: Perjuangan Kini dengan Ilmu dan Pengabdian

“Kita akan memanggil pihak desa untuk dimintai klarifikasi. Jika benar ada kegiatan yang tidak dilaksanakan, tentu akan kita teruskan ke instansi berwenang untuk dilakukan audit,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Mulyadi, ketika dikonfirmasi secara terpisah, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum.

“Kita tetap berpegang pada prosedur. Bila ada laporan resmi disertai bukti, tentu akan kita proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolsek.

Masyarakat berharap agar dugaan penyelewengan dana desa ini segera diusut tuntas demi transparansi dan keadilan dalam pengelolaan dana publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Keuchik Meunjèe Payoeng belum dapat dimintai tanggapan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Rampas Setia 08 Aceh, Syarifuddin diwakili Ketua Bidang OKK, Syahrudin Adi Putra menanggapi dugaan penyimpangan DD di Meurah Mulia itu, menurutnya pihak Rampas 08 Setia Berdaulat siap lakukan pengawasan terhadap anggaran negara dibawah naungan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Pastikan Bantuan Pangan Berkualitas, Polres Parigi Moutong Turun Langsung Cek Beras dan Minyak Goreng di Gudang Bulog

“Kami akan lakukan investigasi ke desa-desa diduga lakukan pengelolaan dan realisasi DD secara arogan dan menyimpang kepada masyarakat, disamping lakukan implementasi realisasi anggaran tidak sesuai aturan hukum berlaku,” kata Syahrudin Adi Putra, Sabtu (18/10/25).

Himbaunya, Pengurus Daerah Perkumpulan Rumah Juang Prabowo Rampas Setia 08 Berdaulat diseluruh Aceh agar bergerak dan melakukan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya, salah satunya mengawal program dibawah naungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto selaku Pembina Tinggi Organisasi ini.

Awak media ini akan memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Keuchik Meunjee Payong, Usman guna menjelaskan perihal disorot demi keseimbangan informasi publik.*

Bersambung….

Reporter : SiGe

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Berita Terbaru