Aktivitas Tambang Tanpa Izin Berdampak pada Ketersediaan Kayu di Tolitoli

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolitoli, Sulteng — suaramasyarakat.com // Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) disebut turut memberikan dampak terhadap sejumlah pelaku usaha kayu di Kabupaten Tolitoli. Salah satu dampaknya adalah semakin sulitnya memperoleh bahan baku kayu yang tersedia di wilayah tersebut.

Kondisi itu disampaikan Kadek, yang mewakili pemilik industri kayu, Elvis, saat ditemui media ini di salah satu usaha somel di Buntuna, Kabupaten Tolitoli, Rabu (20/8/2026).

Menurutnya, ketersediaan kayu saat ini tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pelaku industri kayu harus menyesuaikan kegiatan usahanya dengan ketersediaan bahan baku.

Baca Juga :  Satpol PP Batang menunjukkan komitmen penegakan Peraturan daerah (Perda) pelanggaran terhadap 30 Tempat Kafe dan Karaoke di area Pantai Sigandu.

Ia mengatakan, pihaknya kini lebih banyak berharap pada jasa pengolahan kayu yang berasal dari kebun milik masyarakat.

“Sekarang tinggal kayunya rakyat saja yang diolah dari kebun rakyat,” ujarnya kepada media ini.

Kadek juga mengungkapkan adanya kendala dalam proses pengiriman kayu untuk kebutuhan ekspor. Menurutnya, kontainer yang digunakan untuk pengiriman kayu terkadang harus bermalam hingga sekitar 10 hari.

“Itu sudah menjadi kendala kami lama di ekspor, karena waktu yang diberikan oleh perusahaan kontainer memang membutuhkan waktu,” katanya.

Baca Juga :  Antrean Solar di SPBU Tinobu Disorot, Transparansi Penyaluran Dipertanyakan

Meski menghadapi kendala dalam ketersediaan bahan baku dan proses pengiriman, ia menyebut persoalan bahan bakar minyak (BBM) sejauh ini tidak menjadi masalah bagi kegiatan usaha mereka.

“Untuk BBM tidak ada permasalahan. Semua berjalan lancar dan baik, yang penting usaha masih tetap berjalan,” ujarnya.

Ia berharap kondisi ketersediaan bahan baku kayu dapat menjadi perhatian sehingga industri pengolahan kayu di Kabupaten Tolitoli tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya.*

Yuda

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru