Antrean Solar di SPBU Tinobu Disorot, Transparansi Penyaluran Dipertanyakan

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konawe Utara, Sulgara— suaramasyarakat.com // Antrean kendaraan angkutan untuk mendapatkan BBM jenis solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulgara) kembali menjadi keluhan para sopir.

Kondisi tersebut terungkap dari hasil diskusi media ini dengan sejumlah sopir angkutan pada Sabtu, 19 September 2026.

Para sopir mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan solar.

Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan panjangnya antrean, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas pasokan, pola penyaluran, hingga keterbukaan informasi mengenai stok dan distribusi solar di SPBU tersebut.

Salah seorang sopir mengatakan, antrean di SPBU Tinobu bukan persoalan yang baru terjadi.

Menurutnya, kendaraan angkutan kerap harus menunggu dalam waktu cukup lama sebelum mendapatkan BBM.

“Kalau di SPBU Tinobu, sering antre. Bahkan sampai berjam-jam kami menunggu BBM,” ujar salah seorang sopir kepada media ini.

Baca Juga :  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Raih Penghargaan Perempuan Akselerator Peduli Layanan Kesehatan

Ia juga menyebut, untuk sekali pengisian solar, nilai pembelian biasanya berada di atas Rp350 ribu.

Namun, besarnya nilai transaksi tersebut tidak serta-merta membuat proses pengisian berlangsung cepat ketika jumlah kendaraan yang mengantre cukup banyak.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak pengelola SPBU.

Berapa kapasitas solar yang diterima SPBU Tinobu dalam setiap pasokan? Berapa volume yang disalurkan setiap hari?

Berapa banyak kendaraan yang dilayani? Dan bagaimana mekanisme pelayanan terhadap kendaraan angkutan ketika stok terbatas sementara antrean terus bertambah?

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar keluhan para sopir tidak hanya berhenti sebagai persoalan antrean, tetapi dapat dilihat berdasarkan data mengenai pasokan, stok, dan realisasi penyaluran.

Sebab, antrean panjang dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari keterlambatan pasokan, keterbatasan stok, meningkatnya jumlah kendaraan yang membutuhkan solar, maupun mekanisme pelayanan di tingkat SPBU.

Baca Juga :  Ketua Fadlon Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Karena itu, diperlukan keterangan dari pihak yang bertanggung jawab agar penyebab sebenarnya dapat diketahui secara jelas.
Transparansi informasi juga menjadi penting bagi masyarakat pengguna BBM.

Dengan adanya penjelasan mengenai volume pasokan dan pola penyaluran, pengguna dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi solar di SPBU Tinobu.

Media ini masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak pengelola SPBU Tinobu Lasolo mengenai kapasitas penerimaan solar, realisasi penyaluran, kondisi stok, serta mekanisme pelayanan terhadap kendaraan angkutan.

Dengan demikian, persoalan yang perlu dijawab bukan sekadar mengapa sopir harus mengantre berjam-jam, tetapi juga sejauh mana sistem penyaluran solar di SPBU Tinobu berjalan transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat pengguna BBM.*

Yuda

Berita Terkait

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani
Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas
PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kasus Pencurian Mendominasi di Tolitoli, Reskrim Klaim Hampir Seluruh LP Tertangani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Operasi Patuh Tinombala 2026 di Tolitoli Berjalan Lancar, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Berita Terbaru