HARI TOLERANSI INTERNASIONAL: FKUB Sulteng Tegaskan Kunci Kerukunan Bukan Mengorbankan Iman, Melainkan Berani Terbuka dan Saling Apresiasi

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMASYARAKAT.COM//PALU, FKUB SULTENG – Memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menyerukan pesan mengenai esensi kerukunan sejati.

Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menegaskan bahwa kunci hidup berdampingan secara damai, aman, dan rukun bukanlah terletak pada pengorbanan keyakinan, melainkan pada pembangunan pemahaman moderasi beragama yang kokoh dan terbuka.

Prof. Zainal Abidin menyampaikan bahwa tujuan utama dari membangun kerukunan tidak perlu menuntut adanya penyeragaman atau pengorbanan akidah.

“Yang ingin kita tuju adalah kerukunan yang tidak perlu mengorbankan keyakinan dan kemurnian masing-masing agama. Ini adalah prinsip dasar yang harus dipahami oleh seluruh anak bangsa,” ujar Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Sabtu 15 November 2025.

Baca Juga :  Raih 3 Emas di Pemalang, Pelatih Optimistis Atlet Taekwondo Dojang Kalisalak Batang Bersinar Di Semarang Yang Akan Datang

Ia menjelaskan bahwa toleransi sejati bukanlah berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan menciptakan ruang aman di mana setiap pemeluk agama dapat menjalankan ibadahnya tanpa rasa takut atau intervensi.

Menurut Prof. Zainal, moderasi beragama menjadi landasan utama untuk mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis. Moderasi mengajarkan umat beragama untuk bersikap terbuka dan mengedepankan akal sehat.

“Saya kira para penganut agama harus memiliki iman yang kokoh terhadap ajaran agamanya masing-masing. Tetapi di sisi lain bersifat terbuka dalam menerima dan mengapresiasi perbedaan keyakinan penganut agama lain,” tegasnya.

Sikap terbuka dan apresiatif inilah yang akan memungkinkan seluruh umat manusia, terlepas dari latar belakang keagamaannya, untuk hidup bersama, toleran, dan saling mendukung dalam kehidupan sosial.

“Toleransi dan saling mendukung dalam kehidupan sosial sebagai sesama anak bangsa harus menjadi prioritas. Kita harus berkolaborasi untuk kepentingan bersama di atas perbedaan-perbedaan,” tambahnya.

Baca Juga :  KB Samsat Kenjeran Surabaya Utara ,sapa Wajib Pajak dalam rangka optimalisasi Layanan surat kendaraan 

FKUB Sulteng selama ini aktif mengampanyekan moderasi beragama di berbagai wilayah, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya dengan Satgas Madago Raya, Korem 132 Tadulako, Polda Sulteng dan pemerintah daerah, seperti yang baru-baru ini dilakukan dengan Pemkab Donggala.

Prof. Zainal berharap, peringatan Hari Toleransi Internasional ini dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan dan menolak segala bentuk ekstremisme dan intoleransi.

“Saya kira dengan pemahaman moderasi beragama yang baik, kita menjamin umat manusia bisa hidup berdampingan dengan damai, aman, dan rukun,” pungkas Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag menjelaskan. ***

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa
Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum
Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi
Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap
Personel Polsek Idi Rayeuk Bantu Evakuasi Warga Peudawa Puntong Yang Meninggal di Pasar Idi
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 00:38 WIB

Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:45 WIB

Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terbaru