Kepsek Tingkat SD di Aceh Timur Keberatan Diduga Dipaksa Beli Paket Buku

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – SuaraMasyarakat.com // Mencuat ke permukaan desas desus perbincangan di warung kopi sejumlah kepala sekolah tingkat SD dalam Kabupaten Aceh Timur dilanda gelisah dan mengeluh, pasalnya salah satu perusahaan penerbit diduga tawarkan paket buku dan spidol dengan indikasi embel-embel rekomendasi oknum pejabat kabupaten setempat.

Siapa sajakah terlibat dibalik praktik diduga mengandung unsur perdagangan tidak sehat dalam tata kelola manajemen pendidikan seharusnya menjadi sampling bagi kalangan lain, apakah ada arahan juga dari kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Aceh Timur?

Dari berbagai keterangan dan informasi awak media peroleh menyebutkan, sistem dan tata laksana penjualan dilakukan melalui koordinasi di tingkat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) pada beberapa koordinator wilayah (Korwil) pendidikan.

Paket buku dan spidol ditawarkan oleh salah satu perusahaan penerbit disinyalir rekomendasi oleh oknum pejabat itu, diduga tawaran paket untuk buku harga sekitar Rp 1.300.000,00,- dan spidol senilai Rp 500.000,00,- kepada sekolah-sekolah dasar dalam Kabupaten Aceh Timur.

Sejumlah kepsek mengaku tawaran proyek pengadaan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi tingkat K3S dan disertai arahan agar seluruh sekolah agar berpartisipasi dalam pembelian.

Baca Juga :  Orang Mengaku Adik Kapolri Janjikan Lolos Akpol, Warga Pekalongan Ditipu Rp 2,6 Miliar

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena terkesan seolah menjadi kewajiban, bukan sekadar penawaran sukarela alias terindikasi unsur paksaan.

“Pada dasarnya kami mendukung setiap kegiatan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan, namun jika pelaksanaannya berpotensi mengarah pada pemaksaan atau mengatasnamakan oknum pejabat APH, tentu kami merasa keberatan,” ujar salah satu kepala sekolah namanya enggan disebut, Senin, 20 Oktober 2025.

Informasi berhasil dirangkum dari sumber lainnya dilapangan mengungkapkan, mekanisme pembayaran dilakukan melalui bendahara K3S di tingkat korwil, kenapa harus demikian?

Lalu, timbul pertanyaan terkait transparansi serta kejelasan alur penggunaan dana, sebab sebagian sekolah mengaku tidak menerima informasi detail mengenai dasar hukum atau nota resmi dari pihak penerbit.

Para kepala sekolah ditemui menyatakan harapan agar dunia pendidikan di Aceh Timur tetap bersih dari praktik indikasi titipan dan kepentingan pribadi, dimana dapat mencederai nilai kejujuran serta integritas lembaga pendidikan.

Ditempat terpisah, salah seorang pegiat pemerhati publik, Drs. Irfan Nur, melalui chat WhatsApp pribadinya meminta agar praktik-praktik seperti ini tidak lagi dimainkan didunia pendidikan, “Seharusnya memberikan citra yang baik bagi generasi kita,” ucapnya, Selasa (21/10/25).

Baca Juga :  Uang Nasabah Ratusan Juta Rupiah Diduga di Bawah Kabur Mantri Bank BRI Sehingga Dua Nasabah Berseteru.

Drs. Irfan Nur, juga diketahui mantan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) itu meminta kepada APH untuk tidak membiarkan hal ini terus menerus terjadi dimana dapat menjadi dinamika buruk bagi instansi pendidikan.

“Kami minta kepada APH di Aceh Timur untuk tidak bekerjasama dalam hal-hal seperti itu, melainkan agar tindak tegas siapa saja oknum diduga terlibat dalam praktik tersebut,” pinta Irfan Nur mengakhiri.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur, Bustami, S. Pd, M. Si, belum dapat terhubung dengan media ini guna mendapatkan penjelasan dan keterangan selaku pimpinan instansi pendidikan di kabupaten setempat sampai berita ini diterbitkan.

Awak media ini akan membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pejabat terkait sikapi terkait tudingan dalam pemberitaan ini guna keseimbangan informasi.

Reporter : SurPa

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Senilai Rp21,79 Miliar, 370 Ribu Jiwa Terselamatkan
Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Senilai Rp21,79 Miliar, 370 Ribu Jiwa Terselamatkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Berita Terbaru