Rakyat Tidak Butuh Satgassus Penertiban Tambang Ilegal, Mualem Diminta Lebih Pro Rakyat

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya, Aceh – SuaraMssyarakat.com // Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penertiban Tambang Ilegal menurut informasi bentukan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem tidak dibutuhkan oleh rakyat, karena menurut rakyat orang ditunjuk dalam Satgassus itu tidak melaporkan kebenaran, melainkan kepentingan pribadi.

Rakyat Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya meminta Mualem selaku Gubernur Aceh lebih pro kepentingan rakyat dibandingkan dari orang-orang di sekelilingnya memanfaatkan kekuasaan dan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Masyarakat juga menyampaikan kepada media, tidak bertanggung jawab jika amuk massa masyarakat menimbulkan kriminalitas terhadap orang-orang menyebut dirinya tim Satgassus terutama di wilayah Nagan Raya, Minggu (05/10/25).

Wahyudin, akrab dikenal Wahyu Beutong, salah seorang Pemuda Beutong peduli masyarakat ekonomi lemah mengatakan, Satgassus bentukan Mualem itu tidak dibutuhkan oleh masyarakat Aceh dalam penertiban tambang ilegal, terutama di wilayah Nagan Raya.

“Satgassus tersebut turun kelapangan terkesan memiliki kepentingan pribadi dan kelompok, bukan membela dan memperjuangkan kepentingan pemerintah untuk rakyat, omong kosong oknum Satgassus diturunkan ke Nagan Raya, apalagi oknum bernama inisial H itu,” sebut Wahyu Beutong.

Baca Juga :  Kapolres Pidie Jaya Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Kata Wahyu, Mualem sebagai pemimpin di Aceh agar lebih pro atau membela kepentingan rakyat, bukan berbuat sebagai penguasa yang terkesan menindas dan menghambat kepentingan rakyat untuk memperjuangkan hidup lebih layak.

“Kami berkomitmen berjuang bersama rakyat untuk mewujudkan harapan masyarakat meskipun kami harus berseberangan dengan penguasa terkesan menerima laporan orang-orang berkepentingan demi kelompok dan pribadi,” tegas Pemuda Beutong itu.

Wahyudin menyampaikan, pernyataan oknum H mengaku dari Satgassus mendukung Gubernur Aceh itu semua adalah omong kosong dan disinyalir statemen penjilat penguasa, “Rakyat tidak terima dan mengutuk hal tersebut,” katanya.

“Tambang emas rakyat di Nagan Raya dikerjakan dengan mengedepankan pemeliharaan lingkungan, setelah dikerjakan menambang oleh masyarakat, bekas lubang galian ditutup kembali seperti semula, bahkan tidak menggunakan bahan jenis mercury,” ungkap Wahyudin.

Katanya, ada lahan bekas tambang emas telah ditutup kembali dan saat ini bahkan sudah ditanami tanaman kelapa sawit, apakah kegiatan seperti itu merusak lingkungan dan merusak struktur tanah?

“Jangan mudah termakan omongan para provokator dan penjilat memiliki kepentingan dan terkesan menzalimi kepentingan masyarakat banyak, Mualem diminta agar lebih selektif dan pro rakyat dalam menanggapi laporan dan informasi,” saran Wahyu Beutong.

Baca Juga :  Polres Tolitoli Gelar Upacara Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025

Agus Salim, alias Cek Guh Rimueng Kila meminta kepada Muzakir Manaf, atau disapa Mualem agar benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat banyak, terutama bagi kebutuhan masyarakat menyangkut Priok atau kebutuhan perut sehari-hari, Oknum mengatas namakan diri Satgassus, Hasbi, pernyataannya sangat menyakitkan dan mengecewakan bagi rakyat.

“Jangan salahkan masyarakat jika sewaktu-waktu pergerakan Hasbi tersebut menimbulkan amuk massa, dan menyebabkan dampak kriminalitas akibat ulahnya itu, kami hanya mengingatkan dan menyarankan untuk kebaikan bersama,” kata Agus Salim Rimueng Kila.

Menurut Cek Guh, Mualem agar tidak menghentikan aktivitas tambang emas rakyat karena kebutuhan untuk sehari-hari puluhan ribu masyarakat, terkait perizinan untuk melegalkan, masyarakat penambang juga sedang mempersiapkan koperasi.

“Proses izin jalan terus dan aktivitas kinerja usaha tambang emas rakyat agar terus berjalan demi tidak terhentinya pendapatan masyarakat yang hidup dari tambang atau dapat disebut ribuan kepala keluarga menganggur,” papar Cek Guh Rimueng Kila.*

Reporter : Surya Pase

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa
Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum
Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi
Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap
Personel Polsek Idi Rayeuk Bantu Evakuasi Warga Peudawa Puntong Yang Meninggal di Pasar Idi
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 00:38 WIB

Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:45 WIB

Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terbaru