Wabup Morut Hadiri Konfernas PE 2025, Dorong Kesadaran dan Aksi Nyata Daerah

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – suaramasyarakat.com // Wakil Bupati Morowali Utara (Morut), H. Djira K., S.Pd, M.Pd., hadiri Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis (Konfernas PE) ke-6 diselenggarakan di Ballroom Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8).

Acara ini menjadi forum strategis dalam memperkuat komitmen daerah terhadap perlindungan lingkungan melalui skema pendanaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Konferensi dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Diaz Hendropriyono, yang menekankan pentingnya merancang skema pendanaan ekologis sebagai kunci menuju target net zero emission Indonesia tahun 2050, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Percepatan target ini tentu menuntut pembiayaan yang tidak sedikit. Kita perlu merancang skema yang tidak hanya ambisius, tapi juga tepat sasaran,” ujar Diaz.

Diaz juga menyoroti pentingnya implementasi skema Ecological Fiscal Transfer (EFT) seperti TAPE (Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi), TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten), dan ALAKE (Alokasi Anggaran Kelurahan) untuk mendukung perlindungan lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  DPD dan DPP Harimau Sumatera Dorong Generasi Muda Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Nasional Piala H. Cik Ujang 2026

Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Gubernur Riau, serta 48 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bima Arya menyebut momentum ini sebagai peluang emas, mengingat banyaknya kepala daerah baru dari generasi milenial yang dinilai memiliki keberanian untuk berinovasi dalam kebijakan fiskal lingkungan.

Data menunjukkan, hingga tahun 2025, sebanyak 48 pemerintah daerah telah mengadopsi skema EFT dengan total alokasi mencapai Rp529 miliar. Meski demikian, jumlah tersebut baru mewakili 9% dari seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Sementara itu, potensi pendanaan ekologis nasional diperkirakan bisa mencapai Rp10,2 triliun per tahun jika 0,25% dari belanja nasional dan daerah dialokasikan untuk ekologi.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis (KMS-PE) sebagai penyelenggara konferensi, mendorong pemerintah pusat untuk segera menerbitkan Peraturan Presiden yang mewajibkan penerapan EFT secara nasional.

Baca Juga :  Dukung Program Asta Cita, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Lokop Cek Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

Konferensi ini juga merumuskan agenda strategis 2026–2030, seperti peluncuran platform pengetahuan digital, penyusunan Roadmap Advokasi Nasional, hingga pengembangan skema inovatif seperti Result-Based Payment (RBP), Green Insurance, dan pembentukan Dana Abadi Daerah (DAD) berbasis ekologi.

Wakil Bupati Morowali Utara, Djira K., mengapresiasi forum ini sebagai ruang kolaborasi yang penting untuk membangun kesadaran kolektif dan merumuskan aksi nyata dalam isu lingkungan hidup di tingkat daerah.

“Ini kesempatan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memprioritaskan isu lingkungan hidup. Apalagi daerah Morowali Utara harus memiliki kesadaran tinggi terhadap masa depan daerah kita,” ungkap Djira usai acara.

Dalam kegiatan ini, Wabup Djira turut didampingi oleh sejumlah Anggota DPRD Morowali Utara, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung arah pembangunan berkelanjutan.*

Reporter : Yudha

Berita Terkait

Dr. Conie Pania Putri Kecam Kekerasan terhadap Dua Jurnalis, Kapolda Sumsel Amankan Tiga Terduga Pelaku
Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman Resmi Jadi Menko Polkam
Suaramasyarakat.com Ucapkan Selamat atas Penunjukan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
YBH SUMSEL BERKEADILAN Somasi BRI lakukan Mafia Dalam Pencairan Fasilitas Kredit.
DPD dan DPP Harimau Sumatera Dorong Generasi Muda Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Nasional Piala H. Cik Ujang 2026
MTQ JQHNU Ke-2 Kota Palembang Tahun 2026 Diikuti 594 Peserta, Semarakkan Maulid Nabi dan HUT RI ke-81
Mantan Kasat Reskrim Polres Tapin Diadukan ke Propam, Dugaan Kekerasan terhadap Tersangka Masuk Ranah Pemeriksaan
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Dr. Conie Pania Putri Kecam Kekerasan terhadap Dua Jurnalis, Kapolda Sumsel Amankan Tiga Terduga Pelaku

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman Resmi Jadi Menko Polkam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Suaramasyarakat.com Ucapkan Selamat atas Penunjukan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Jumat, 25 September 2026 - 13:33 WIB

YBH SUMSEL BERKEADILAN Somasi BRI lakukan Mafia Dalam Pencairan Fasilitas Kredit.

Rabu, 16 September 2026 - 00:08 WIB

DPD dan DPP Harimau Sumatera Dorong Generasi Muda Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Nasional Piala H. Cik Ujang 2026

Berita Terbaru