PALEMBANG | suaramasyarakat.com — Kapolda Sumatera Selatan menerima audiensi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang di Ruang Delegasi Lantai 2 Mapolda Sumsel, Kamis (22/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan organisasi mahasiswa untuk membahas berbagai isu strategis daerah, mulai dari transparansi penegakan hukum, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemberantasan narkoba dan premanisme, hingga usulan penyelenggaraan simposium kebangsaan.
Dalam audiensi tersebut, Kapolda Sumsel didampingi Dirintelkam, Dirreskrimum, Dirsamapta, Kabid Humas Polda Sumsel, serta Kapolrestabes Palembang. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan pandangan terkait berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Delegasi Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang yang hadir terdiri atas Indra Kusumah dari PMII, Bayu Pratama dari HMI, Dalipal Putra dari GMNI, Annisa WF dari LMND, Ayu Manurung dari GMKI, Egi dari PMKRI, Dendy Gumara dari KAMMI, serta Raihan dari SEMMI.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum. Mahasiswa juga menyoroti penanganan karhutla di Sumatera Selatan yang membutuhkan langkah strategis dan berkelanjutan, termasuk penyusunan peta jalan jangka panjang, penguatan koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Selain itu, pemberantasan narkoba dan pencegahan aksi premanisme turut menjadi pembahasan. Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dinilai membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, organisasi mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang mengusulkan penyelenggaraan simposium kebangsaan sebagai wadah bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun kolaborasi positif dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Kapolda Sumsel menyambut baik usulan tersebut dan mengapresiasi kehadiran serta berbagai masukan yang disampaikan oleh para mahasiswa. Menurutnya, komunikasi terbuka dan kerja sama seluruh elemen merupakan bagian penting dalam menyikapi persoalan daerah secara konstruktif.
Kapolda Sumsel juga mendorong agar rencana simposium kebangsaan dipersiapkan secara profesional sehingga dapat menjadi ruang dialog yang produktif, mempertemukan berbagai perspektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan humanis antara kepolisian dengan organisasi mahasiswa serta kalangan kepemudaan.
Polda Sumsel, lanjutnya, terbuka terhadap aspirasi dan masukan masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa yang memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu kerakyatan, mendorong kepedulian sosial, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Melalui audiensi ini, diharapkan hubungan antara Polda Sumsel dan Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang semakin erat. Komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung penyelesaian berbagai persoalan daerah sekaligus memperkuat terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Sumatera Selatan.
Polisi Bersama Masyarakat.
Sumber Berita: Red..POLDA SUM-SEL






