Asril Naska Geram! Ketum HMTN-MP Bersuara Keras: Mengapa Masyarakat Tani Terus Terzalimi dalam Konflik Lahan?

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP), Asril Naska, angkat suara dengan nada tegas menyikapi persoalan lahan yang dihadapi masyarakat tani. Ia mempertanyakan mengapa petani yang selama ini menggantungkan hidup pada tanah justru terus dihadapkan pada konflik agraria yang mengancam hak dan sumber penghidupan mereka.

 

Asril Naska menyoroti kondisi masyarakat tani yang dinilai kerap berada dalam posisi lemah ketika berhadapan dengan pihak-pihak bermodal besar. Menurutnya, persoalan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah dan aparat penegak hukum, agar masyarakat tani memperoleh perlindungan serta kepastian hukum yang adil.

 

“Kenapa harus masyarakat tani yang terus terzalimi? Kenapa petani yang bekerja keras mengolah tanah untuk menghidupi keluarga justru harus berjuang mempertahankan haknya sendiri? Apakah karena mereka masyarakat kecil, sehingga hak dan suara mereka bisa diabaikan ketika berhadapan dengan kekuatan modal dan pihak-pihak yang diduga tidak bertanggung jawab?” Demikian pesan kritis yang ingin disuarakan dalam perjuangan membela masyarakat tani.

Baca Juga :  Sigap, Polisi Amankan TKP Kebakaran Rumah Kosong di Batui

 

Menurut Asril, tanah bukan sekadar aset ekonomi bagi petani. Tanah merupakan sumber kehidupan, tempat mereka mencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarga, dan membangun masa depan generasi penerus. Ketika lahan yang menjadi sumber penghidupan dipersoalkan, dampaknya dapat meluas hingga mengancam kesejahteraan keluarga dan keberlangsungan usaha pertanian.

 

Ia menegaskan bahwa dugaan ketidakadilan dalam konflik agraria tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas. Pemerintah, instansi pertanahan, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum didorong untuk memeriksa setiap pengaduan masyarakat secara transparan dan objektif. Dokumen kepemilikan, riwayat penguasaan lahan, serta legalitas masing-masing pihak harus diteliti agar penyelesaian tidak didasarkan pada tekanan atau kekuatan ekonomi.

 

HMTN-MP mendorong agar setiap dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran hukum diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku. Asril berharap negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat tani, sehingga mereka tidak merasa berjuang sendirian ketika mempertahankan hak atas tanah yang mereka yakini sah.

Baca Juga :  GRIB JAYA BATANG TUNJUKKAN KEPEDULIAN, BERIKAN DUKUNGAN UNTUK KESEMBUHAN ADINDA IFAN

 

“Jangan biarkan petani terus menjadi pihak yang menanggung kerugian. Mereka juga warga negara yang berhak mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. Jika ada pelanggaran, ungkap berdasarkan bukti dan tindak sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat tani terus bertanya-tanya, ke mana mereka harus mencari keadilan ketika tanah dan penghidupannya terancam,” menjadi pesan yang perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan.

 

Asril Naska berharap persoalan konflik lahan masyarakat tani menjadi agenda serius pemerintah, bukan sekadar persoalan yang muncul ketika terjadi sengketa. HMTN-MP mendorong penyelesaian yang adil, transparan, dan berkepastian hukum, sekaligus memastikan bahwa suara masyarakat tani didengar serta ditindaklanjuti.

 

Mengapa harus petani yang terus terzalimi? Pertanyaan ini menjadi pengingat bahwa keadilan agraria harus diwujudkan melalui perlindungan hak, penegakan hukum yang tidak diskriminatif, dan penyelesaian konflik berdasarkan fakta. Masyarakat tani berhak hidup tenang, mengolah tanah, dan memperoleh masa depan yang lebih baik.

 

 

penulis : afril

Berita Terkait

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru