Parimo, Sulteng – suaramasuarakat.com // Personel Pos Lalu Lintas (Pos Lantas) Kebun Kopi, Polres Parigi Moutong, masih menghadapi keterbatasan jumlah anggota.
Meski demikian, petugas tetap mengintensifkan patroli dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sepanjang jalur Trans Sulawesi, khususnya kawasan Kebun Kopi.
Hal tersebut disampaikan salah seorang anggota Satlantas Polres Parigi Moutong saat ditemui media ini di Pos Lantas Kebun Kopi, Rabu (14 Oktober 2026), dalam kunjungan silaturahmi yang dilakukan di sela-sela agenda pertemuan dengan Dinas Peternakan.
Dalam kunjungan tersebut, media ini belum berkesempatan bertemu langsung dengan Kanit Turjagwali, Sunandar. Pertemuan hanya dapat dilakukan bersama anggota Satlantas yang sedang bertugas di pos tersebut.
Ia menjelaskan, jumlah personel yang bertugas masih terbatas, bahkan terkadang hanya sekitar lima orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan tugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas di wilayah Kebun Kopi.
“Personel di sini masih sangat kurang. Kadang-kadang hanya lima orang. Namun, patroli juga sering dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di jalan raya sekaligus melaksanakan pengaturan lalu lintas,” ujarnya kepada media ini.
Menurutnya, hingga saat pertemuan berlangsung, belum terdapat laporan kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan langkah-langkah pencegahan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Ia menambahkan, kegiatan pengaturan lalu lintas sejauh ini memberikan hasil positif sehingga arus kendaraan relatif dapat dikendalikan.
Selain itu, kawasan Kebun Kopi terkadang mengalami antrean kendaraan akibat keberadaan truk kontainer maupun kendaraan besar yang melintas di jalur tersebut. Namun, petugas berupaya mengendalikan situasi agar arus lalu lintas kembali lancar.
“Memang sering ada kontainer atau mobil yang menyebabkan antrean kendaraan. Namun, semuanya masih bisa dikendalikan sehingga arus lalu lintas kembali lancar,” ungkapnya.
Terkait kondisi cuaca, ia menyebutkan bahwa musim hujan turut memengaruhi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi saat ini membuat potensi karhutla tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas di kawasan Kebun Kopi.
Ia juga menjelaskan bahwa pelayanan pengaduan melalui nomor darurat 110 tetap menjadi salah satu sarana untuk merespons laporan masyarakat, termasuk apabila terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan Kebun Kopi. Petugas berupaya memberikan respons cepat setelah menerima informasi atau laporan dari Polres.
Melalui kunjungan silaturahmi tersebut, diharapkan komunikasi dan pertukaran informasi antara media dan jajaran Satlantas Polres Parigi Moutong dapat terus terjalin, terutama dalam memantau situasi keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di jalur Trans Sulawesi kawasan Kebun Kopi.
Keterbatasan personel dan potensi antrean kendaraan menjadi perhatian yang perlu terus dievaluasi agar pelayanan pengaturan lalu lintas tetap optimal, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna jalan.*
Yuda






