SUARAMASYARAKAT.COM///PALEMBANG_Pekan Olahraga Nasional Pariwisata kembali digelar di Kota Palembang dan memasuki pelaksanaan yang kelima. Kegiatan ini menjadi ajang olahraga sekaligus sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan.28/09/2026
Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Dr. Iwan Riady, S.Sos., M.Si., CHE, CEE, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai perguruan tinggi pariwisata.
“Kegiatan ini sudah yang kelima dilaksanakan di Palembang. Salah satu tujuannya adalah silaturahmi, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata di tengah upaya pemerintah meningkatkan sektor pariwisata di seluruh Indonesia, khususnya Sumatera Selatan,” ujar Iwan.
Pekan Olahraga Nasional Pariwisata tersebut mempertandingkan sekitar 16 cabang olahraga, di antaranya futsal, sepak bola, bulu tangkis, tenis meja, panahan, serta sejumlah cabang olahraga lainnya.
Peserta berasal dari enam Politeknik Pariwisata, yakni Poltekpar Bali, Makassar, Medan, Lombok, Bandung, dan Poltekpar Palembang. Kegiatan berlangsung hingga 1 Oktober 2026.
Iwan menambahkan, Politeknik Pariwisata Palembang memiliki peran dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang pariwisata. Lulusan yang dihasilkan diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata, khususnya di Sumatera Selatan dan Indonesia.
Selain melibatkan perguruan tinggi pariwisata, kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pariwisata Kota Palembang, serta berbagai asosiasi dan pelaku industri pariwisata.
“Harapannya, Politeknik Pariwisata Palembang semakin dikenal masyarakat dan terus dapat mendukung pengembangan pariwisata di Kota Palembang dan Sumatera Selatan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah dan industri pariwisata diharapkan semakin kuat sehingga dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.






