SUARAMASYARAKAT.COM///PALEMBANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran keumatan melalui penguatan akhlak, kepedulian sosial dan ukhuwah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Ta’aruf dan Pengukuhan Pengurus MUI Sumsel Masa Khidmat 2026-2031 di Griya Agung Palembang, Rabu (23/9/2026).
Ketua Umum MUI Sumsel, Dr. H. A.A.A. Supadmi Kohar, M.M., CP. HI., mengatakan kepengurusan baru akan berupaya meningkatkan kehadiran MUI di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan zaman dan derasnya arus informasi membuat tantangan kehidupan umat semakin kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan nilai agama, khususnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Puncak dari agama itu adalah akhlak. Tugas kita bagaimana mengembalikan akhlak itu, dan ini tentu tidak mudah,” ujar Supadmi Kohar.
Ia menegaskan, MUI tidak hanya berorientasi pada kegiatan kelembagaan, tetapi juga harus mampu melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
MUI, lanjutnya, diharapkan hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan, menghadapi persoalan sosial maupun pendidikan, serta ketika membutuhkan pendampingan dan arahan.
“Ketika ada orang kesusahan, kita ada di sana. Ketika mereka kehilangan arah, kita juga harus ada di sana,” katanya.
Selain itu, MUI Sumsel akan memperkuat ukhuwah dan silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan turun langsung ke lapangan dinilai penting untuk membangun komunikasi dan mencegah terjadinya konflik akibat kesalahpahaman.
Supadmi Kohar menyebutkan, komunikasi dan sikap saling memahami menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Kalau sudah saling memahami dan saling mengerti, insyaallah persoalan yang muncul di masyarakat bisa kita cegah sejak awal,” ujarnya.
Bangun Sinergi dengan Pemerintah
MUI Sumsel juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Menurut Supadmi Kohar, pemerintah memiliki peran dalam pembangunan fisik, sedangkan MUI dapat mengambil bagian dalam pembangunan nonfisik, khususnya yang berkaitan dengan keagamaan, akhlak dan sosial kemasyarakatan.
“Program pemerintah akan selalu kita sinergikan. Pemerintah di bidang fisik, sementara MUI dapat mengambil peran di bidang nonfisik, terutama akhlak dan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berjalan secara harmonis sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat dihadapi secara bersama-sama.
Ajak Masyarakat Bijak Bermedia
Di tengah pesatnya perkembangan informasi digital, MUI Sumsel turut mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Supadmi Kohar mengatakan, MUI memberikan perhatian terhadap persoalan informasi dan komunikasi. Namun, terkait pengawasan penyiaran dan konten media, terdapat lembaga lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan tugasnya.
Karena itu, MUI lebih menekankan pentingnya imbauan kepada masyarakat dan jajaran pengurus agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas serta tidak ikut menyebarkan konten yang dapat menimbulkan keresahan.
“Kita memberikan imbauan kepada pengurus dan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi. Kalau ada informasi yang sifatnya kurang baik, jangan sampai ikut menyebarkan,” pungkasnya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan Masa Khidmat 2026-2031, MUI Sumsel menargetkan penguatan peran keumatan melalui pembinaan akhlak, kepedulian sosial, ukhuwah serta sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.






