Aceh Timur – SuaraMasyarakat.com // Senin, 4 Mei 2026. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tangis bahagia pecah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Cahaya, Peureulak. Bukan karena duka, tapi karena untuk pertama kalinya, mereka merasa dilihat.
Yayasan Geutanyoe (YG) bersama Save The Children (STC) hadir membawa 186 paket tas sekolah beserta alat tulis. Dibagikan satu per satu, langsung ke tangan anak-anak istimewa yang selama ini kerap luput dari perhatian.
“186 paket kami serahkan langsung kepada anak-anak,” ungkap Nasruddin, SE, Program Manager Yayasan Geutanyoe, sambil berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan seorang siswa memeluk tas barunya erat-erat, seolah takut diambil.
SLB Cahaya menampung hampir 200 siswa berkebutuhan khusus, dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Gedungnya sederhana. Fasilitasnya terbatas. Statusnya swasta.
“Apalagi ini sekolah swasta yang jarang sekali mendapatkan perhatian dari pihak donatur selama ini,” lirih Nuraini, http://S.Pd, Kepala Sekolah SLB Cahaya. Matanya berkaca-kaca menatap anak didiknya yang sibuk membolak-balik buku tulis baru.
“Banyak orang tua yang akhirnya menyerah. Bukan karena tidak sayang, tapi karena tidak mampu. Ekonomi menghentikan langkah anak-anak ini untuk sekolah.”
Di satu sudut, seorang anak dengan kursi roda tak berhenti mengusap logo di tas barunya. Di sudut lain, seorang siswi tunarungu memeluk tasnya sambil memperagakan bahasa isyarat “terima kasih” berulang kali ke arah relawan.
Mereka mungkin berbeda cara belajarnya. Berbeda cara bicaranya. Tapi sore itu, senyum mereka sama: utuh, tulus, dan patah-patah oleh haru.
Kita semua hari ini bisa melihat betapa bahagianya anak-anak menerima bantuan tas sekolah. Di Hari Pendidikan Nasional, mereka mengingatkan kita: pendidikan adalah hak semua anak. Tanpa kecuali. Tanpa tapi.*
Reporter : SiGe



