Prof Zainal : Nilai Manusia Diukur Dari Dampak Positif yang Dirasakan Sekitarnya

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM///KABAR INSPIRASI – Quotes Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag mengutip kalimat bijak dari seorang filosof asal Jerman, Johann Wolfgang von Goethe.

 

Goethe mengatakan untuk apa hidupku jika aku tidak berguna untuk orang lain.

 

Prof Zainal menyebut kalimat ini mengandung pesan moral yang mendalam.

 

Bahwa nilai seorang manusia tidak diukur dari apa yang dikumpulkan untuk dirinya sendiri, melainkan dari sejauh mana keberadaannya memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

 

Menurut Prof Zainal, pesan filosofis Goethe sejalan dengan prinsip religiusitas yang inklusif dan moderat.

Baca Juga :  Polisi dan Basarnas Lakukan Patroli di Perairan Luwuk Pantau Arus Mudik Lebaran

 

Prof. Zainal menekankan bahwa kesalehan seseorang tidak boleh berhenti pada ritual peribadatan semata, namun harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang konkret.

 

“Ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada seberapa tinggi jabatannya atau seberapa banyak hartanya, melainkan pada seberapa besar manfaat kehadirannya bagi lingkungan dan sesamanya,” ujar Rais Syuriyah PBNU itu.

 

Dalam bingkai moderasi beragama, Prof. Zainal menjelaskan bahwa menjadi manusia yang berguna berarti mampu menjadi perekat di tengah keberagaman.

 

Baginya, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menebarkan kedamaian tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras.

Baca Juga :  Satlantas Polres Banggai dan Cendana Mega Sentosa Edukasi Tertib Lalu Lintas di SMKN 1 Luwuk

 

“Agama hadir untuk memuliakan manusia. Maka, salah satu cara menjalankan perintah agama ialah dengan menjaga kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan orang lain,” jelas Ketua FKUB Sulawesi Tengah tersebut.

 

Prof. Zainal mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat “menjadi berguna” sebagai gaya hidup sehari-hari.

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Inilah esensi dari moderasi beragama, di mana perbedaan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan memberikan manfaat,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru