Banda Aceh – SuaraMasyarakat.com /) Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) minta kepada pemerintah desa (Pemdes) diseluruh kabupaten dan kota agar tidak ada rumah warganya terkena korban dampak bencana alam Hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu tertinggal dari pendataan.
Hal itu disampaikan Direktur FPRM, Nasruddin, S.E., kepada media SuaraMasyarakat.com, Senin (16/03/26) diruang kerjanya karena banyak menerima laporan keluhan masyarakat terhadap sikap aparatur Pemdes terkesan tidak profesional dalam mendata korban dampak bencana tersebut.
“Tugas pihak perangkat desa menyampaikan data setiap harta benda masyarakat terkena dampak bencana secara adil dan sebenar-benarnya tanpa ada yang tertinggal sesuai Bay Name Bay Address (BNBA),” ujar Nasruddin, S.E., sikapi laporan masyarakat.
Nasruddin, juga diketahui sebagai Penasehat Relawan Prabowo Gibran Xperience (PGX) Provinsi Aceh meminta kepada semua perangkat desa dimana desa nya terkena dampak korban bencana alam Hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu untuk menerima laporan dari setiap warga korban, terutama yang rumahnya alami kerusakan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Juklak dan Juknis ditetapkan.
“Sesuai instruksi dari pemerintah pusat agar tidak tidak ada data korban yang tertinggal untuk dilaporkan ke pihak pemerintah pusat meskipun harus melalui tahapannya harus sampai 10 tahapan, yang terpenting terlaporkan dan terajukan karena tidak ada diskriminasi terhadap setiap warga negara,” tegas Direktur FPRM.
Untuk itu, Direktur FPRM meminta kepada pihak pemerintah kabupaten dan kota agar memberikan sanksi tegas kepada pemdes yang diskriminatif terhadap warga korban bencana alam diabaikan laporan data korban baik jiwa maupun harta benda ditetapkan negara untuk diberikan ganti berbentuk bantuan.
“Kami minta kepada semua pihak terkait, terutama para insan pers agar mengawal proses ini demi masyarakat memperoleh keadilan terhadap haknya,” pinta Penasehat Relawan PGX Provinsi Aceh tersebut.*
Reporter : Joy MA






