SUARAMASYARAKAT.COM///Wakil Gubernur Sumatera Selatan, CIK Ujang, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung pengembangan perusahaan daerah yang berperan strategis dalam penyediaan layanan air bersih di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa PT TSM Sumsel memiliki posisi penting dalam memperluas akses air bersih yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.
“Pemerintah provinsi siap menjadi mitra aktif dalam mendukung upaya perbaikan dan pengembangan perusahaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sambungan baru serta kinerja perusahaan secara menyeluruh. Menurutnya, apabila terdapat dukungan atau bantuan dari kementerian, hal tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbesar dan memperkuat perusahaan.
“Kalau perusahaan ini besar dan kuat, dampaknya akan dirasakan hingga ke jajaran pegawai paling bawah. Kuncinya adalah kekompakan. Jika seluruh unsur kompak, insya Allah persoalan besar akan menjadi kecil. Harapannya, meskipun dalam suasana puasa, kinerja semakin baik dan distribusi layanan ke tiga kabupaten/kota bisa semakin optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TSM Sumsel, Adib Ubaidillah, S.E., M.M., CRGP, mengakui bahwa sepanjang tahun 2025 perusahaan menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait ketersediaan dan kualitas distribusi air bersih yang sempat menjadi perhatian publik.

Ia menyampaikan bahwa tahun ini perusahaan akan menyetorkan dividen sebesar Rp4,8 miliar ke kas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dengan target peningkatan menjadi sekitar Rp5 miliar pada tahun berikutnya.
“Pemegang saham menekankan tiga hal utama kepada kami, yakni meningkatkan respons pelayanan, meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air bersih, serta melakukan efisiensi di seluruh lini operasional,” jelas Adib.
Untuk menjawab tantangan kekurangan pasokan air, PT TSM Sumsel akan membangun Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 30 liter per detik yang ditargetkan selesai pada triwulan IV tahun ini. WTP tersebut diperuntukkan bagi wilayah Talang Kelapa dan sekitarnya guna mengatasi kekurangan air bersih.
Pada tahun depan, perusahaan juga akan memulai pengembangan baru di Banyuasin. Adib menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan pembangunan baru dan tidak mengganggu kapasitas layanan eksisting.
“Pengembangan di Banyuasin ini benar-benar baru dan tidak mengambil jatah dari sistem yang sudah berjalan,” tegasnya.
Dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek, perusahaan mendapat pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Saat ini, jumlah pelanggan PT TSM Sumsel tercatat sekitar 27.000 pelanggan yang mayoritas berada di Palembang. Penambahan pelanggan baru akan disesuaikan dengan peningkatan kapasitas produksi air.
Menutup pernyataannya, Adib Ubaidillah menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan yang masih terjadi dan meminta dukungan masyarakat dalam proses pengembangan yang sedang berjalan.
“Kami mohon kesabaran dan dukungan pelanggan. Insya Allah dengan berbagai upaya dan pengembangan yang dilakukan, pelayanan akan semakin baik dan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” pungkasnya.






