Menteri PU Turun Langsung ke Pondok Balik Tinjau Bencana Amblasnya Infrastruktur Negara

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Aceh Tengah — SuaraMasyarakat.com //Pemerintah pusat menunjukkan keseriusannya dalam menangani fenomena sinkhole raksasa yang mengancam infrastruktur vital di Kabupaten Aceh Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau lokasi amblesan tanah di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Jum’at (6/2/2026).

Setibanya di Bandara Rembele, Menteri PU tanpa menunggu lama langsung bergerak menuju titik terdampak untuk melihat kondisi terkini badan jalan, struktur tanah, serta potensi ancaman lanjutan akibat pergerakan air bawah tanah.

Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan sinkhole ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan tidak boleh dilakukan secara parsial.

“Saya sengaja datang langsung ke Aceh Tengah karena ini persoalan serius. Arahan dari Pak Sekretaris Kabinet jelas, penanganannya harus komprehensif dan tuntas. Tidak bisa ditunda,” tegas Dody.

Berdasarkan hasil kajian awal tim teknis Kementerian PU, sinkhole diduga kuat dipicu oleh aliran air bawah tanah yang masuk ke rongga alami di bawah badan jalan. Kondisi tersebut berpotensi memperluas amblesan jika tidak segera dikendalikan.

Baca Juga :  Bupati Armia Fahmi Serahkan DTH Tahap I kepada 259 Korban Bencana Hidrometeorologi

Untuk itu, Kementerian PU menyiapkan sejumlah langkah teknis yang akan segera dikerjakan, antara lain: Grouting untuk menutup dan mengisi rongga bawah tanah,
pengendalian dan penataan alur sungai, penutupan gua basah di sekitar lokasi sinkhole, penguatan struktur tanah dan badan jalan.

“Sungai Balik dan Sungai Pasangan akan kita kendalikan agar aliran air tidak mengarah ke lokasi ini. Kita buat tutupan dan grouting supaya air tidak masuk ke rongga bawah tanah,” jelas Menteri PU.

Ia juga menekankan bahwa penyelamatan ruas jalan utama sepanjang kurang lebih 400 meter menjadi prioritas utama. Jika terjadi keruntuhan lanjutan, dampaknya bisa sangat serius, termasuk terputusnya akses transportasi strategis di wilayah tengah Aceh.Ancaman Infrastruktur hingga Inflasi Daerah

Baca Juga :  FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah pusat yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, dampak sinkhole tidak hanya mengancam infrastruktur, tetapi juga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kalau ini sampai melebar, bukan hanya jalan yang terdampak, tapi juga perkebunan rakyat, terutama cabai. Ini bisa berdampak pada inflasi daerah,” ujar Haili Yoga.

Ia berharap penanganan yang dilakukan Kementerian PU dapat mencegah kerusakan lanjutan, melindungi aset masyarakat, serta menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.

Dengan langkah cepat dan terukur dari pemerintah pusat, masyarakat Aceh Tengah berharap ancaman sinkhole raksasa ini dapat segera diatasi, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan normal tanpa rasa was-was.*

Reporter : SiGe

Berita Terkait

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus
Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir
FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan
Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana
DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi
Walikota Banda Aceh Salur Bantuan Korban Bencana di Bener Meriah
Bupati Armia Fahmi Serahkan DTH Tahap I kepada 259 Korban Bencana Hidrometeorologi
15 Rumah di Kedungwuni Tergenang, Kapolsek: Situasi Aman dan Tidak Ada Warga Mengungsi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:02 WIB

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:18 WIB

Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir

Senin, 16 Maret 2026 - 06:41 WIB

FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:25 WIB

Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana

Senin, 2 Maret 2026 - 11:55 WIB

DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi

Berita Terbaru