Api Membara di Puncak Gunung Jononunu, Akses Buntu Bikin Pemadaman Lumpuh

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARAMASYARAKAT.COM//Parigi Moutong — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Kali ini, kobaran api melalap kawasan puncak Gunung Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah. Hingga Minggu sore, api masih belum berhasil dipadamkan akibat medan ekstrem dan ketiadaan akses menuju titik kebakaran.

 

 

Peristiwa ini pertama kali terpantau pada Minggu, 1 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Api mulai membesar dan menyebar cepat di area puncak gunung yang didominasi rumput kering dan pepohonan. Sekitar 1 hektare lahan dilaporkan terbakar.

 

 

Sekretaris Desa Jononunu, Yadin, melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian sekitar pukul 16.45 WITA. Menindaklanjuti laporan itu, Bhabinkamtibmas Desa Jononunu bersama aparat desa langsung menuju lokasi terdekat. Namun upaya pemadaman terpaksa gagal dilakukan karena akses menuju titik api tidak memungkinkan.

 

 

“Lokasi kebakaran berada di puncak gunung, jaraknya jauh dan tidak ada akses jalan. Personel hanya bisa melakukan pemantauan dari kejauhan sambil berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran,” ujar Yadin.

Baca Juga :  Gerak Cepat Polres pekalongan Bekuk Pelaku Curanmor di Karangdadap

 

 

Hingga saat ini, api masih menyala dan terus dipantau. Meski belum ada laporan kerugian materiil maupun korban jiwa—karena yang terbakar berupa semak, rumput, dan pepohonan—potensi bahaya dinilai masih tinggi.

 

 

Dari hasil pemantauan awal, kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan berkelanjutan. Kondisi cuaca panas, angin kencang, serta vegetasi kering mempercepat penjalaran api di kawasan gunung.

 

 

Aparat keamanan menilai, apabila tidak segera ditangani secara maksimal, kebakaran berpotensi meluas ke wilayah lain, memicu keresahan masyarakat, hingga mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Parigi Tengah dan sekitarnya.

 

 

Selain ancaman ekologis, situasi ini juga berpotensi memicu konflik sosial antarwarga, terutama jika sumber api dan batas lahan dipersoalkan, serta menimbulkan tekanan publik terhadap pemerintah desa dan instansi terkait bila penanganan dinilai lamban.

Baca Juga :  Bangkit Bersama Pascabencana, Polres Pidie Jaya Dukung Sekolah Kembali Beraktivitas

 

 

 

Kapolsubsektor Parigi Utara, IPDA Andri J Terok, menegaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi lintas sektor.

 

 

“Kami telah melakukan pengumpulan bahan keterangan di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, karena dampaknya sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan sanksi hukum,” tegas IPDA Andri.

 

 

Ia juga mendorong pemerintah daerah, BPBD, dan Dinas Kehutanan untuk segera menurunkan personel serta peralatan guna melakukan pemadaman terpadu, sekaligus melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyebab kebakaran.

 

 

“Kami berharap ada langkah cepat dan tegas, termasuk penegakan hukum jika ditemukan unsur kesengajaan,” tambahnya.

 

 

Hingga berita ini diturunkan, api di puncak Gunung Jononunu masih belum padam dan aparat gabungan terus melakukan pemantauan sambil menunggu dukungan peralatan dan personel tambahan.

Berita Terkait

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru