SUARAMASYARAKAT.COM//PEKALONGAN – Selasa pagi yang tenang di Jalan Raya Wiradesa mendadak pecah oleh suara dentuman keras. Sebuah mobil pribadi mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di seberang Bank BNI Wiradesa, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 10.04 WIB. Diduga kuat, sang sopir yang sedang “teler” karena kantuk berat menjadi pemicu kendaraan tersebut menghantam trotoar hingga “nangkring” terbalik.
Pantauan di lapangan, kondisi kendaraan ringsek parah. Warga yang berada di lokasi langsung berhamburan mencoba memberikan pertolongan pertama sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian.
EVAKUASI DRAMATIS: 4 NYAWA TERJEBAK DI DALAM KABIN
Hingga pukul 10.40 WIB, proses evakuasi berlangsung mencekam. Petugas dan warga harus berjuang ekstra keras karena dikabarkan masih ada korban yang terjepit di dalam badan mobil yang terbalik. Informasi yang dihimpun, terdapat sekitar empat orang di dalam kendaraan maut tersebut.
“Masih diusahakan keluar, Mas. Kondisinya belum tahu pasti karena posisinya terjepit di dalam mobil,” ujar salah satu saksi mata di lokasi dengan wajah pucat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka berat.
JALUR PANTURA “LUMPUH” TOTAL
Buntut dari kecelakaan ini, urat nadi lalu lintas ke arah Kota Pekalongan lumpuh. Kemacetan panjang mencapai kurang lebih 900 meter, mengular mulai dari depan Puskesmas Wiradesa hingga Perempatan Gumawang.
Kendaraan dari arah barat yang menuju timur terpaksa merayap, sementara petugas kepolisian sibuk mengatur arus agar tidak terjadi kemacetan total. Petugas mengimbau bagi pengendara yang tidak ingin terjebak “neraka” kemacetan untuk segera mencari jalur alternatif.
ANTISIPASI: JANGAN PAKSA JIKA MATA SUDAH “WATT” RENDAH
Pihak kepolisian kembali mewanti-wanti para pengguna jalan agar tidak meremehkan rasa kantuk. “Kalau sudah lelah atau ngantuk, menepilah. Jangan dipaksa, taruhannya nyawa,” tegas petugas di lokasi.
Kini, fokus utama petugas adalah menyelamatkan para korban yang masih terjebak dan segera menderek bangkai mobil agar jalur utama Pantura tersebut bisa kembali normal.(Wongkajen)






