- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//BANYUMAS senin 15 desember 2025– Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menunjukkan bakatnya sebagai aktor drama politik terbaik abad ini. Bukan di panggung kesenian, melainkan di forum Rapat Koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Semarang, Senin (8/12/2025). Di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Sang Bupati berkeluh kesah mengenai dilema terbesarnya: Tambang di Gunung Slamet.

 

Isu dua titik tambang—di Baseh, Kedungbanteng dan Tapa, Baturaden—yang terus diprotes warga meski sudah mengantongi ‘restu’ alias izin, kini menjadi hantu yang mengejar tidur siang Bapak Bupati.

 

Sadewo dengan nada penuh keprihatinan (yang mungkin ia latih di depan cermin) menyebut, penambangan batu granit di Baseh, Kedungbanteng, masih menjadi sorotan publik.

Baca Juga :  Bupati Morowali Utara Tinjau Pelabuhan Fery Kolonodale Jelang Natal dan Tahun Baru

 

Strategi ‘Tutup Sementara’ Anti-Lari

 

Dalam upayanya menjinakkan pegiat lingkungan sambil menjaga hati para penambang, Bupati Sadewo mengeluarkan jurus sakti yang patut diacungi jempol: Strategi Spanduk ‘Ditutup Sementara’.

 

“Kami dan ESDM Provinsi sudah memasang banner di situ ‘ditutup sementara’, jujur atas usulan saya,” aku Sadewo dengan bangga.

 

Alasan di balik kejujuran yang mengharukan ini sungguh pragmatis. Sadewo khawatir jika tambang langsung ditutup permanen, para penambang akan “lari” atau kabur.

 

Tampaknya, bagi Bapak Bupati, penambang ini adalah aset berharga yang harus dijaga dari ‘keterkejutan’ penutupan permanen, bukan pelaku aktivitas yang merusak lingkungan. Strategi ini sukses menciptakan situasi win-win: Warga senang karena ada spanduk penutupan, sementara penambang tahu itu hanya ‘tutup sementara’—seperti jeda iklan sebelum sesi pengerukan berlanjut.

Baca Juga :  Waspada! Modus Penipuan Catut Nama Kasat Reskrim Polres Bangkep AKP Nanang Afrioko

 

Publik kini bertanya-tanya, apakah gunung yang seharusnya menjadi ikon keindahan dan sumber kehidupan di Banyumas ini akan terus diombang-ambingkan oleh dilema antara surat izin legalitas dan kelestarian alam?

 

Strategi ‘tutup sementara’ ini membuktikan bahwa di Banyumas, mengatasi protes lingkungan bisa diselesaikan dengan selembar spanduk, asalkan pesannya cukup ambigu. Selamat berlibur, dan semoga Gunung Slamet tetap tegak menghadapi “kearifan lokal” yang satu ini.

Berita Terkait

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru
Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Musda KPPI Sumsel Digelar di Ruang Parameswara, Hj. Zaitun Pimpin Kepengurusan Baru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:33 WIB

BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru