SUARAMASYARAKAT.COM//Pekalongan, senin 15 Desember 2025 — Rehabilitasi Jembatan Tengeng yang berlokasi di Desa Tengeng, Kecamatan siwalan, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, jembatan yang belum lama selesai dikerjakan dan baru dibuka untuk umum itu didapati sejumlah patok pembatas dalam kondisi goyah.
Warga setempat menilai kualitas bangunan patut dipertanyakan. Selain patok pembatas yang mudah bergeser saat dipegang, di beberapa titik cor jembatan juga terlihat mulai mengelupas persisya cor samping. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, mengingat jembatan ini merupakan akses penting bagi aktivitas warga sehari-hari.
Berdasarkan papan informasi proyek, rehabilitasi jembatan tersebut menelan anggaran hampir Rp1 miliar, tepatnya sebesar Rp998.058.347,00. Proyek ini dikerjakan oleh CV Satriya Pinandhita dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kerja, bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pekalongan.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan agar kualitas pembangunan sesuai dengan anggaran yang telah dikeluarkan serta tidak membahayakan pengguna jembatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak CV Satriya Pinandhita maupun Dinas PUPR Kabupaten Pekalongan terkait temuan tersebut.
(Santokajen)

