Akibat Intensitas Hujan Tinggi, Kecamatan Seruway Banjir, Listrik Padam, Sistem Infokom Lumpuh

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – SuaraMasyarakat.com // Sejak Senin malam hingga Kamis pagi, 24-27 November 2025, intensitas curah hujan sangat tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Seruway dan sekitarnya berdampak terjadinya banjir dimana-mana dan dialami sebagian besar desa-desa dalam kecamatan tersebut.

Pantauan dan liputan langsung awak media SuaraMasyarakat.com dibeberapa titik desa, kondisi sangat memperihatinkan situasi masyarakat mengalami bencana banjir akibat tingginya curah hujan terus menerus, Rabu (26/11/25). l

Lokasi desa dilakukan pemantauan oleh awak media ini diantaranya, Desa Pekan Seruway, Tangsi Lama, Muka Sei Kuruk, Sungai Kuruk I, Sungai Kuruk II, Paya Udang, dan Desa Binjai, kondisinya sangat tidak layak karena terendam genangan air durasi tinggi.

Kadis perindagkop Aceh Tamiang, Ibnu Azis, S.K.M., berdomisili di Seruway dihubungi awak media ini mengatakan, sejak Selasa malam hingga saat ini, Kamis malam (27/11/25) kondisi wilayah Seruway masih terkepung banjir dan tak ada akses untuk memberikan laporan.

“Dari sejak Rabu pagi saya bersama anggota kerja melakukan pemantauan dan monitoring ke desa-desa dalam kecamatan Seruway guna memperoleh informasi situasi yang terjadi terhadap masyarakat selama erdampak bencana banjir ini,” kata Ibnu Azis, S.K.M., M.K.M.

Baca Juga :  Gudang Barang Bekas di Karangasem Utara Terbakar Disambar Petir, Kerugian Capai Jutaan Rupiah

Menurut Kadis Perindagkop Aceh Tamiang, kondisi ini memang diperparah lagi dengan pecahnya Tanggul Sungai Tamiang dikawasan Dusun Kenangkong, Desa Muka Sei Kurok sehingga den t air sungai menghantam pemukiman penduduk setempat serta desa-desa kebawahnya.

“Sasaran terdampak air sungai akibat pecah tanggul ke Desa Sungai Kuruk I, Sungai Kuruk II, dan Sungai Kuruk III mengakibatkan rumah warga tenggelam, tergenang, juga alami kerusakan akibat angin kencang,” jelas Kadis Perindagkop Aceh Tamiang.

Ramadanil, mantan Datok Penghulu Kampung (Kades) Sungai Kuruk II menjelaskan, situasi ini dari Rabu sampai Kamis (26-27/11/25) sangat memperihatinkan baik situasi wilayah maupun kondisi masyarakat, terutama akses terhadap bahan makanan bagi warga.

“Di Pekan Seruway perdagangan tergolong lumpuh, ada satu dan dua toko sembako yang buka namun setelah diserbu warga berbelanja dengan keuangan alakadar dimiliki pada Rabu kemarin sudah habis dan tutup semua,” ujar Datok Ramadanil, akrab disapa Alang Doni, Kamis (27/11/25).

Sambungnya, “Kita berharap adanya perhatian dari pihak pemerintah, terutama pemerintah Provinsi Aceh, kami sangat prihatin dengan situasi masyarakat saat ini, meskipun kami sudah terobos aksesnya ke pusat pemerintahan, namun tak dapat terjangkau, karena terkepung banjir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus

Warga Desa Muka Sungai Kuruk kepada media mengatakan, bukan cuma hujan saja yang meresahkan masyarakat tetapi dibarengi angin kencang bak angin torpedo alias puting beliung dari sejak Selasa hingga Rabu (25-26/11/25), bahkan hingga Rabu malam pun hujan dan angin terus melanda wilayah Seruway.

“Situasi ini bertambah lengkap lagi dengan listrik padam, jaringan informasi dan komunikasi terputus sehingga mengakibatkan kami masyarakat tidak mampu berbuat banyak, apa adanya saja lah,” ujar warga tersebut tidak sebut namanya, Kamis (27/11/25).

Lanjut warga tersebut, Selasa malam kemarin akses informasi dan komunikasi masih berjalan baik, sejak mulai terjadinya angin kencang dibarengi hujan deras, banjir mulai tergenang, rumah-rumah warga mulai dimasuki air kiriman, listrik mati, dan volume air dalam rumah semakin tinggi.

“Lengkaplah sudah penderitaan kami masyarakat dari kondisi bencana sedang terjadi saat ini, ditambah lagi apapun yang terjadi tidak dapat kami infokan ke pihak terkait, hanya kepada perangkat desa saja kami mengadu, ditambah lagi dengan kondisi rumah tergenang, kami harus keluar untuk mencari aman dan bisa memasak,” ungkapnya.*

Reporter : S. Adi P

Berita Terkait

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus
Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir
FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan
Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana
DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi
Walikota Banda Aceh Salur Bantuan Korban Bencana di Bener Meriah
Menteri PU Turun Langsung ke Pondok Balik Tinjau Bencana Amblasnya Infrastruktur Negara
Bupati Armia Fahmi Serahkan DTH Tahap I kepada 259 Korban Bencana Hidrometeorologi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:02 WIB

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:18 WIB

Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir

Senin, 16 Maret 2026 - 06:41 WIB

FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:25 WIB

Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana

Senin, 2 Maret 2026 - 11:55 WIB

DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi

Berita Terbaru