Poso, Sulteng – suaramasyarakat.com // Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dilaporkan kerap mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut terpantau oleh media ini saat melakukan pemantauan langsung di lokasi.
Saat berkunjung ke SPBU tersebut, media ini mendapati kantor dalam keadaan kosong dan hanya dapat bertemu dengan salah seorang operator SPBU.
Operator tersebut menjelaskan bahwa kebutuhan BBM di wilayah Tambarana cukup tinggi. Sementara itu, pasokan yang diterima SPBU dinilai terbatas sehingga stok BBM cepat habis.
“Untuk solar saja 8 KL, begitu juga dengan Pertalite subsidi. Sebenarnya jumlah itu cukup, tetapi kebutuhan minyak di sini tinggi sehingga penyalurannya dibatasi,” ujarnya kepada media ini.
Ia menambahkan, cepat habisnya stok BBM juga dipengaruhi posisi SPBU Tambarana yang berada di jalur lintas penghubung Parigi–Poso dan jalur Trans Sulawesi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan BBM tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, tetapi juga pengguna jalan yang melintas.
Terkait pelayanan BBM bersubsidi untuk sektor pertanian, operator menyebut pihaknya tidak lagi melayani kebutuhan tersebut, sebagaimana tercantum dalam spanduk pemberitahuan di SPBU. Menurutnya, keterbatasan pasokan menjadi salah satu kendala dalam pelayanan.
“Untuk pelayanan pertanian, kami tidak melayani lagi sesuai spanduk karena stok terbatas,” ucapnya.
Meski demikian, penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab berulangnya kekosongan BBM, kebijakan pembatasan pasokan, serta mekanisme penyaluran untuk sektor pertanian masih perlu dikonfirmasi kepada pengawas SPBU. Saat media ini berkunjung, pengawas yang bersangkutan belum berada di tempat.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh keterangan langsung dari pengawas SPBU maupun pihak Pertamina terkait kondisi tersebut.
Masyarakat berharap ketersediaan BBM di SPBU Tambarana dapat menjadi perhatian pihak terkait, mengingat lokasinya berada di jalur strategis Trans Sulawesi yang menunjang mobilitas warga, aktivitas ekonomi, dan perjalanan antardaerah.*
Yuda






