Proyek Drainase dan Trotoar Pasar Raya Padang Dikerjakan PT KTP Terkesan Rugikan Pencaharian Masyarakat dan Rusak Fasilitas Umum

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Padang, Sumbar – suaramasyarakat.com // Pengerjaan proyek drainase dan trotoar di kawasan Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaksanakan oleh PT KYP (Karya Yudha Pratama atau nama lengkap sesuai kontrak) menuai sorotan tajam dari para pedagang dan pekerja parkir.

Selain membuat aktivitas jual beli semakin sulit, proyek ini juga diduga menyebabkan hilangnya kabel PLN di lokasi pengerjaan.�

Galian Sembrawut, Aktivitas Pedagang Terganggu
Berdasarkan konfirmasi awak media dengan sejumlah pedagang dan pekerja parkir di lokasi, mereka mengaku semakin sulit mencari penghasilan selama proyek berlangsung.

Galian yang dilakukan secara tidak rapi membuat area pasar menjadi tidak nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. Para pedagang juga merasa tidak diberdayakan oleh kontraktor pelaksana dalam proses pengerjaan proyek.�

“Galiannya sembrawut, pembeli jadi malas masuk. Kami pedagang dan tukang parkir sama-sama rugi,” keluh salah satu pedagang kepada awak media.

Kabel PLN Tinggal Pembungkus: Isi Kabel Kemana?

Baca Juga :  Aktivitas Pelabuhan Kelas III Poso Berjalan Aktif, Pejabat UPP: Terkadang Kendala di BBM

Yang lebih mencengangkan, awak media menemukan fakta di lapangan bahwa terdapat kabel PLN yang hanya menyisakan pembungkusnya saja.

Isi kabel tersebut diduga hilang tanpa kejelasan. Temuan ini memicu pertanyaan besar mengenai keamanan dan pengawasan material selama proyek berlangsung.�

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN terkait temuan tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti tertulis atau keterangan resmi yang ditunjukkan kepada publik mengenai koordinasi dimaksud.�

“Beliau bilang sudah konfirmasi dengan PLN, tapi tidak ada bukti tertulis. Kami butuh kejelasan,” ujar perwakilan pedagang.

Proyek Seharusnya Membantu, Malah Merugikan Masyarakat
Para pedagang dan warga sekitar mempertanyakan tujuan dari pengerjaan proyek yang seharusnya dapat membantu masyarakat, justru menimbulkan kerugian dan ketidaknyamanan.

Mereka mendesak agar pemerintah kota, dalam hal ini Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana PT KYP, segera memberikan penjelasan resmi terkait hilangnya kabel PLN, dampak ekonomi terhadap pedagang, serta langkah konkret untuk memulihkan kondisi pasar.�

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Tuntutan Pedagang dan Warga
Penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kota Padang dan PT KYP terkait hilangnya kabel PLN di lokasi proyek.

Bukti tertulis koordinasi antara Dinas PUPR dengan PLN mengenai temuan kabel yang rusak/hilang.

Evaluasi pelaksanaan proyek agar tidak lagi merugikan pedagang dan pekerja parkir.
Pemberdayaan pedagang lokal dalam setiap tahap pengerjaan proyek di kawasan Pasar Raya.
Perbaikan segera area galian yang sembrawut agar aktivitas jual beli dapat kembali normal.
Harapan Terhadap Pemerintah Kota

Para pedagang dan warga berharap Wali Kota Padang dapat menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini dengan serius. Mereka menginginkan proyek infrastruktur di kawasan Pasar Raya dapat selesai tepat waktu, berkualitas, dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.*

(Riki -jpey london)

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru