Polemik UMK 2026: Tarik Ulur Kepentingan Pengusaha dan Ujian Keberpihakan Bupati

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM/PEKALONGAN 24 desember 2025– Di balik simulasi kenaikan UMK sebesar 18,32% yang membawa angin segar bagi buruh, bayang-bayang ketegangan antara kepentingan pengusaha dan kebijakan pemerintah daerah mulai memanas. Angka perkiraan Rp2,9 juta untuk Kabupaten Pekalongan kini menjadi bola panas yang menguji nyali kepemimpinan bupati.

 

Pengusaha Teriak, Buruh Menuntut

Penetapan UMK selalu menjadi arena “tarik tambang” yang melelahkan. Di satu sisi, para pengusaha—khususnya di sektor industri tekstil dan batik yang menjadi tulang punggung Pekalongan—mulai menyuarakan kekhawatiran:

 

Beban Operasional: Kenaikan upah yang drastis dianggap bisa memicu gelombang efisiensi atau PHK massal karena biaya produksi yang melonjak.

Baca Juga :  Launching Program Makan Bergizi Gratis di Galang, Dukung Generasi Emas 

Daya Saing: Pengusaha khawatir produk lokal kalah bersaing jika harga jual terpaksa dinaikkan demi menutup ongkos upah.

 

Sebaliknya, serikat buruh menekankan bahwa kenaikan ini adalah harga mati untuk menjaga daya beli rakyat di tengah inflasi yang terus menggerus kantong.

 

Bupati: Pro Rakyat atau Pro Pengusaha?

Kini mata publik tertuju pada kebijakan Bupati Pekalongan. Posisi bupati seringkali terjepit dalam dua pilihan sulit:

 

Opsi Pro Rakyat: Mendukung kenaikan tinggi sesuai aspirasi buruh guna meningkatkan kesejahteraan dan konsumsi rumah tangga, namun berisiko membuat hubungan dengan asosiasi pengusaha (APINDO) merenggang.

 

Opsi Pro Pengusaha: Menekan angka kenaikan agar iklim investasi tetap “ramah” dan mencegah relokasi pabrik ke daerah lain yang upahnya lebih murah, namun berisiko memicu gelombang protes dan demonstrasi besar-besaran.

Baca Juga :  Petugas Pos Yan Rest Area 338A Bantu Truk Pecah Ban Saat Patroli Malam

 

Kesenjangan yang Menetap

Rendahnya UMK Kabupaten Pekalongan dibanding Batang (perkiraan Rp2,99 juta) dan Kota Pekalongan (Rp3,01 juta) menunjukkan bahwa kebijakan upah sebelumnya masih sangat konservatif. Jika tahun ini bupati kembali memilih angka “tengah” yang cenderung rendah, maka stigma kebijakan yang lebih pro pada stabilitas bisnis daripada kesejahteraan buruh akan sulit dihilangkan.

 

Ketegangan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga sidang Dewan Pengupahan mengetok palu keputusan akhir.

(Santokajen)

Berita Terkait

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba
Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam
BP-GMN Matangkan Sistem Informasi Terpadu, Peluncuran Ditargetkan Sebelum 15 November 2026
Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum
Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT
Polda Sumsel Ikuti Visitasi E-Monev 2026, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Herman Deru Tetapkan Tiga Sungai Prioritas Darurat Rehabilitasi, Modifikasi Cuaca Sumsel Tembus 80 Kali
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolda Sumsel Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Jumat Keliling, Ajak Bersama Perangi Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Green Policing, Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon dan Pengecekan Mushollah Darussalam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolda Sumsel Hadiri Rakornas Kesiapsiagaan Karhutla, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Kuliah Umum Akuntansi UMP Bahas Transformasi Digital untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:18 WIB

SCW GELAR AKSI DI PERTAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, DESAK SPBU NAKAL DITUTUP DAN BBM SUBSIDI DIAWASI KETAT

Berita Terbaru