Tolitoli, Sulteng – suaramasyarakat.com // Pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan dinas pemerintah, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran, kembali menjadi sorotan.
Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan media ini di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Tolitoli, Minggu, 25 Oktober 2026.
Sebelumnya, dalam diskusi dengan salah satu pihak SPBU di Tolitoli, persoalan pengisian BBM secara berulang kali menjadi salah satu kendala yang disoroti.
“Yang mana pengisian berulang kali, biasa tanpa adanya DN,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penertiban terhadap pola pengisian tersebut diperlukan agar penyaluran BBM lebih tertib dan tidak terjadi pengisian berulang kali.
Terlebih, persediaan BBM yang tersedia juga dibatasi, sementara permintaan masyarakat terus meningkat.
“Yang kena tampiasnya adalah masyarakat dengan adanya permintaan BBM dan memiliki kerja sama di situ,” ucapnya.
Di sisi lain, media ini terus memantau aktivitas kendaraan dinas, khususnya mobil pemadam kebakaran dan ambulans kesehatan di Kota Tolitoli, yang membutuhkan dukungan ketersediaan BBM untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pihak terkait agar penyaluran BBM tetap tertib, tepat sasaran, dan tidak menghambat pelayanan darurat bagi masyarakat.
Selain itu, diperlukan kejelasan mengenai mekanisme pengisian BBM bagi kendaraan operasional pemerintah, termasuk persyaratan dokumen yang harus dipenuhi, sehingga kebutuhan pelayanan publik dapat berjalan tanpa mengabaikan ketentuan penyaluran BBM yang berlaku.*
Yuda






