Pengecer LPG Tanpa Izin Disorot, Polres Morowali Utara Tegaskan Akan Menindak

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morut, Sulteng — suaramasyarakat.com // Keberadaan sejumlah pengecer LPG diduga tidak mengantongi izin resmi menjadi sorotan di wilayah hukum Polres Morowali Utara. Persoalan tersebut mencakup legalitas usaha hingga dugaan penjualan LPG dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu terungkap berdasarkan hasil pantauan media ini pada Kamis, 18 September 2026.

Media ini kemudian mendatangi Polres Morowali Utara untuk memperoleh keterangan terkait pengawasan dan langkah penertiban terhadap aktivitas pengecer LPG.

Namun, saat dikonfirmasi, Kanit Tipidter Polres Morowali Utara, Ipda Firdaus, belum berada di tempat. Konfirmasi selanjutnya dilakukan melalui WhatsApp.

Dalam keterangannya, Ipda Firdaus menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penindakan terhadap pelaku usaha LPG yang menjalankan aktivitas tidak sesuai ketentuan, termasuk penjualan dengan harga yang melebihi HET.

Baca Juga :  Polres Buol Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

“Saya tetap tindaki yang tidak sesuai dengan HET,” ujar Ipda Firdaus kepada media ini.

Tidak hanya persoalan harga, legalitas pengecer juga menjadi perhatian. Ipda Firdaus menyatakan bahwa pengecer yang tidak memiliki izin resmi akan menjadi sasaran penindakan.

“Saya akan tindaki pengecer yang tidak memiliki izin sah,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah masih ditemukannya persoalan harga LPG di tingkat pengecer.

Di lapangan, sejumlah warga menyoroti harga jual yang dinilai masih membebani masyarakat, terutama ketika harga di tingkat pengecer berada di atas ketentuan.

“Melebihi HET, kemungkinan sesuai dengan pendapatan kota ini,” ungkap salah seorang warga.

Baca Juga :  Babinsa 1304-02/KS Bersihkan Pohon Tumbang di Jalan Sapta Marga Kecamatan Dumbo Raya

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya menyangkut ketersediaan LPG, tetapi juga rantai distribusi hingga ke tingkat pengecer. Legalitas usaha dan kepatuhan terhadap harga menjadi dua aspek yang dinilai perlu diawasi secara bersamaan.

Masyarakat berharap pemerintah bersama aparat terkait memastikan pengawasan distribusi LPG berjalan konsisten, terutama terhadap pengecer yang tidak memiliki izin maupun pelaku usaha yang menjual LPG di atas harga yang telah ditetapkan.

Warga juga berharap adanya keseragaman harga LPG antardaerah agar perbedaan harga tidak terlalu jauh dan kebutuhan masyarakat terhadap LPG tetap dapat dipenuhi dengan harga yang wajar.*

Yuda

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru