Pelatihan Biosaka di Pati, Ajak Petani Kembali ke Alam

- Redaksi

Kamis, 5 Desember 2024 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, SuaraMasyrakat.Com — Pelatihan pembuatan Biosaka, POC, dan pengenalan N level 1 sukses digelar di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati pada Minggu, 1 Desember 2024. Kegiatan yang digagas oleh Muhamad Ansar, penemu Biosaka asal Blitar, ini diikuti oleh petani dari berbagai daerah, diantaranya Sidoarjo Jawa Timur, Kediri, Purwakarta, Purworejo, Kudus, Jepara, Blora. Gresik dan Pati

Biosaka, pupuk organik inovatif yang terbuat dari larutan tanaman, semakin populer di kalangan petani. Ansar menjelaskan bahwa Biosaka mampu meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan karena kaya akan hormon, spora, dan bakteri yang bermanfaat.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan Biosaka kepada lebih banyak petani dan mendorong mereka untuk menerapkan pertanian organik. Ansar menekankan pentingnya berbagi pengetahuan tentang Biosaka kepada sesama petani agar pertanian berkelanjutan dapat lebih mudah diakses.

Baca Juga :  SPBU Sandana Beroperasi Normal, Penyaluran BBM Subsidi Disebut Sesuai SOP

Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu tentang pembuatan Biosaka, tetapi juga berbagi pengalaman dan tips seputar pertanian organik. Eny Prasetyowati dari 3GO, yang turut mendampingi Ansar, juga memberikan materi tentang N level 1, sebuah metode pertanian organik yang efektif.

Eny Prasetyowati, Ketua Komunitas Gage Go Organik (3GO) yang juga Koordinator PPL Kecamatan Gabus, yang saat itu ikut mendampingi dan sekaligus ketua komunitas itu, mengadakan pelatihan itu mempunyai maksud dan tujuan, ” untuk menyebarkan tehnologi organik yg lebih mudah caranya yaitu Biosaka, Pupuk organik N level1 dan POC Rumput. Serta untuk membentuk relawan relawan organik baru dari berbagai daerah sehingga tujuan akhir mewujudkan kedaulatan pangan berbasis organik dan kearifan lokal, bisa tercapai “, ucapnya.

Baca Juga :  Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine.

Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak petani yang beralih ke pertanian organik. Biosaka terbukti dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas tanaman tanpa merusak lingkungan. Ansar berharap, dengan semakin banyaknya petani yang menggunakan Biosaka, pertanian Indonesia akan semakin maju dan berkelanjutan.

Suara Masyarakat, Budi

Penulis : Budi

Editor : Rvl

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru