JASA Bireuen Tanggapi Desakan Ketua PeTA atas Ketua DPR Aceh

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen, Aceh – suaramasyarakat.com // Isu perhelatan pro dan kintra para tokoh organisasi seputar pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Zulfadhli, dalam aksi mahasiswa pada 1 September lalu terus bergulir.

Setelah Ketua Pembela Tanah Air (PeTA), Teuku Sukandi, mendesak Mualem mencopot Zulfadhli dari jabatannya sebagai ketua DPR Aceh.

Terkait hal tersebut, Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Bireuen, Tgk Mauliadi, menilai desakan PETA tersebut bukan semata demi menjaga konstitusi, melainkan sarat kepentingan politik tertentu.

“Ucapan itu jelas konteksnya spontan dan tidak bisa ditarik seolah-olah sebagai sikap resmi lembaga. Justru kami melihat desakan PeTA untuk mencopot Ketua DPR Aceh lebih sarat dengan kepentingan politik ketimbang murni menjaga konstitusi,” ujar Tgk. Mauliadi, Rabu (03/09/25).

Baca Juga :  Organisasi Advokat PEMBASMI Siap Jadi Ujung Tombak Penegakan Hukum: PT. SIBAY GROUP KOMUNIKA Ucapkan Selamat kepada DR. C. M. Firdaus Oiwobo”

Seperti diketahui, Zulfadhli sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam aksi mahasiswa di Banda Aceh dengan mengatakan, “Kalau mau tambah poin satu lagi, Aceh pisah dari pusat, biar aku teken”.

Pernyataan tersebut kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk PeTA yang menilai sikap Ketua DPRA emosional dan inkonstitusional.

Menurut Ketua JASA Bireuen, langkah politik diarahkan untuk menjatuhkan Zulfadhli justru berpotensi mengganggu marwah lembaga legislatif Aceh.

“Selama ini Zulfadhli dikenal vokal memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh. Hal itu bisa saja mengganggu pihak-pihak yang tidak sejalan dengan sikap politiknya,” jelasnya.

Baca Juga :  Struktur DPD Rampas08 Kota Lhokseumawe Dibentuk

Ia menambahkan, DPRA adalah lembaga representasi rakyat Aceh sehingga tidak boleh menjadi ajang manuver politik kelompok tertentu.

“Yang terpenting adalah fokus pada aspirasi rakyat Aceh, bukan pada upaya saling melemahkan,” tambah ketua JASA Kabupaten Bireuen.

Dirinya juga menyerukan seluruh elemen masyarakat agar lebih bijak dan mampu benar menganalisa statemem baru sampaikan pandangan dalam menyikapi dinamika politik.

“Jangan sampai isu ini dimanfaatkan segelintir pihak untuk kepentingan sesaat. Perdamaian dan marwah DPRA harus tetap kita jaga bersama,” pungkasnya.*

Reporter : Surya Pase

Berita Terkait

Respon Instruksi DPP, Ketua DPW Rampas 08 Aceh: Tindak lanjut Dugaan Korupsi DD di Meurah Mulia
Tuntut Hak Rakyat Diabaikan, Forum Rakyat Aceh Tamiang Demo Pertamina EP Rantau
LSM GARANG Dukung Penuh Komitmen Mualem Berantas Mafia Tambang Ilegal di Aceh
PC PMII Aceh Tamiang Gelar Konferensi Cabang ke VI
LSM GARANG : Pemerintah Agar Segera Percepat Peralihan WK Rantau ke BPMA
Rampas Setia 08 Siap Dampingi Penambang Emas di Nagan Dapatkan Izin Resmi
DR. C. M. Firdaus Oiwobo: Sosok Visiorner Dibalik Lahirnya Organisasi Advokat PEMBASMI
Organisasi Advokat PEMBASMI Siap Jadi Ujung Tombak Penegakan Hukum: PT. SIBAY GROUP KOMUNIKA Ucapkan Selamat kepada DR. C. M. Firdaus Oiwobo”
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 06:27 WIB

Respon Instruksi DPP, Ketua DPW Rampas 08 Aceh: Tindak lanjut Dugaan Korupsi DD di Meurah Mulia

Senin, 29 September 2025 - 13:33 WIB

Tuntut Hak Rakyat Diabaikan, Forum Rakyat Aceh Tamiang Demo Pertamina EP Rantau

Jumat, 26 September 2025 - 19:13 WIB

LSM GARANG Dukung Penuh Komitmen Mualem Berantas Mafia Tambang Ilegal di Aceh

Jumat, 26 September 2025 - 17:16 WIB

PC PMII Aceh Tamiang Gelar Konferensi Cabang ke VI

Rabu, 24 September 2025 - 04:56 WIB

LSM GARANG : Pemerintah Agar Segera Percepat Peralihan WK Rantau ke BPMA

Berita Terbaru