Dua Korban Masih Belum Ditemukan, Ops Longsor Majenang oleh SAR Resmi Ditutup

- Redaksi

Minggu, 23 November 2025 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, Jateng – SuaraMastarakat.com // Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang resmi ditutup pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 15.30 WIB, setelah sepuluh hari proses pencarian dilakukan.

Dari total 46 korban, sebanyak 23 orang berhasil selamat, 21 warga ditemukan meninggal dunia, sementara dua korban belum berhasil ditemukan hingga operasi dihentikan.

Upacara penutupan dipimpin langsung Bupati Cilacap, Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si., yang menyampaikan duka cita mendalam sekaligus apresiasi kepada seluruh unsur SAR, TNI–Polri, relawan, dan masyarakat yang terlibat.

Baca Juga :  Jalan Amblas Akibat Longsor di Desa Pantan Kemuning, Timang Gajah Butuh Ditangani Urgen

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang telah bekerja tanpa henti. Upaya ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk kemanusiaan,” ujar Bupati.

Ia juga memberikan apresiasi kepada warga yang rumahnya digunakan sebagai tempat relawan dan pusat kegiatan evakuasi. Menurutnya, gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana tersebut.

“Kepada keluarga korban, kami berharap tetap tabah menghadapi ujian ini. Pemerintah akan terus mendampingi sampai kondisi benar-benar pulih,” tambahnya.

Sebagai penghormatan terakhir bagi para korban, digelar salat gaib dan peletakan batu prasasti yang memuat nama-nama warga yang meninggal dunia. Lokasi prasasti tersebut akan menjadi titik ziarah bagi keluarga dan masyarakat.

Baca Juga :  Anggota DPRD Jateng Harun Abdul Khafizh Tinjau Banjir Mulyorejo Pekalongan, Salurkan Bantuan dan Dorong Penguatan Mitigasi

Dalam kesempatan tersebut, keluarga dua korban yang belum ditemukan menyatakan keikhlasan menerima keputusan penghentian pencarian, mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan tim. Pemerintah daerah juga menyerahkan santunan berupa uang kepada keluarga kedua korban sebagai bentuk dukungan dan perhatian.

Penutupan operasi ini sekaligus menandai dimulainya tahap pemulihan pascabencana, di mana pemerintah daerah memastikan penanganan sosial, lingkungan, dan kebutuhan warga terdampak tetap menjadi prioritas hingga situasi kembali stabil.*

(Lutfi)

Berita Terkait

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus
Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir
FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan
Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana
DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi
Walikota Banda Aceh Salur Bantuan Korban Bencana di Bener Meriah
Menteri PU Turun Langsung ke Pondok Balik Tinjau Bencana Amblasnya Infrastruktur Negara
Bupati Armia Fahmi Serahkan DTH Tahap I kepada 259 Korban Bencana Hidrometeorologi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:02 WIB

Yayasan Geutanyoe: Perhatian Terhadap Desa Rantau Panjang Simpang Jernih Harus Serius dan Fokus

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:18 WIB

Ketum Rampas08, Kawal dan Laporkan Pungli Bantuan Korban Banjir

Senin, 16 Maret 2026 - 06:41 WIB

FPRM : Jangan Ada Korban Dampak Bencana Alam Tertinggal Pendataan

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:25 WIB

Aksi Damai Puluhan Warga Ketol Tuntut Perhatian Pemkab Aceh Tengah Akibat Dampak Bencana

Senin, 2 Maret 2026 - 11:55 WIB

DPRK Atam Optimis Dorong Percepatan Realisasi Dana Korban Banjir, Ketua DPRK: Masyarakat Agar Sabar dan Hindari Provokasi

Berita Terbaru