Antrean Panjang di SPBU Rubaye Picu Kemacetan, Pengawas Sebut Kebutuhan BBM Meningkat

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pinrang, Sulsel — suaramasyarakat.com // Antrean panjang kendaraan terlihat memadati area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rubaye, Kamis, 10 September 2026. Kepadatan tersebut tidak hanya terjadi di dalam area SPBU, tetapi juga berdampak pada arus lalu lintas di jalan raya sekitar lokasi.

Pantauan media ini, kendaraan tampak mengantre cukup panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU.

Media ini kemudian menemui pengawas SPBU, Bram, yang saat itu tengah mengatur antrean kendaraan di lokasi.

Bram mengatakan, panjangnya antrean dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

Baca Juga :  Korem 133/NW Gelar Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)

Selain itu, banyaknya kendaraan truk yang melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut juga turut memengaruhi panjang antrean.

“Sudah sering terjadi hal ini karena adanya kebutuhan minyak lebih dari perkiraan,” ujar Bram kepada media ini.

Menurut Bram, SPBU Rubaye menerima pasokan BBM sekitar 16 kiloliter (KL) per hari. Jumlah tersebut, kata dia, sebenarnya masih cukup apabila penyaluran berdasarkan rekomendasi pemerintah kecamatan dapat dikendalikan.

“Sebenarnya cukup, hanya rekomendasi dari pemerintah kecamatan ini meningkat terus,” ucapnya.

Bram menambahkan, pihak SPBU juga membatasi pengisian BBM bagi pengguna tertentu hingga sekitar 32 liter per jeriken. Pembatasan tersebut dilakukan agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Baca Juga :  Media Suara Masyarakat Siap Kawal Pemerintahan Harno-Hanies Untuk 5 Tahun Kedepan

“Sedang itu kami batasi sekitar 32 liter per jeriken. Itu pun tinggal dimaksimalkan biar terlayani semuanya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan pihak SPBU untuk mengatasi antrean. Namun, kondisi tersebut kembali dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

“Sering sudah dilakukan upaya-upaya, namun dikembalikan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Bram.

Bram berharap pemerintah kecamatan dapat turut melakukan pembatasan serta mempertegas mekanisme rekomendasi BBM. Dengan demikian, penyaluran diharapkan dapat lebih terkendali sehingga antrean panjang dan dampaknya terhadap arus lalu lintas tidak terus terjadi.*

Yuda

Berita Terkait

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan
Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat
Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon
Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar
Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek
Aktivitas Pelayaran Mulai Berjalan di Pelabuhan Leok, Kapal Kargo Angkut Semen dan Kopra
Tambang Emas di Hutan Lindung Paleleh Barat Diduga Ilegal, Pemkab Buol Sebut Sudah Dibahas
Lapas Leok Maksimalkan Pembinaan Keagamaan dan Keterampilan Warga Binaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PLN UP3 Tolitoli Sebut Program Listrik Desa Masuk Kewenangan UP2K, Sejumlah Wilayah Masih Menanti Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Jumat Keliling Polres Tolitoli, Kapolres Tampung Aspirasi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Berbagi di Hari Sumpah Pemuda, Aksi BMK Kosgoro Maluku Hadirkan Senyum Warga Ambon

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pengawas SPBU Tolitoli Utara Sebut Penyaluran Pertalite Subsidi Berjalan Lancar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Dua Proyek Renovasi di BKKBN Pati Jadi Sorotan, Satu Proyek Tanpa Papan Informasi Dihentikan, Karena Pembesian Diduga Tak Sesuai Spek

Berita Terbaru