Palu, Sulteng – suaramasyarakat.com // Antrean kendaraan terlihat padat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Towua, Kota Palu, pada malam hari. Kondisi tersebut terpantau oleh media ini saat melakukan pemantauan langsung pada Jumat (16 Oktober 2026).
Padatnya antrean kendaraan menjadi perhatian di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, di Kota Palu.
Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat ditemui di lokasi, salah satu operator SPBU membenarkan adanya antrean panjang kendaraan. Ia menyebut tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite belum diimbangi dengan pasokan yang diterima SPBU.
“Penyebabnya karena kebutuhan minyak di Kota Palu tinggi, terutama Pertalite,” ujarnya kepada media ini.
Menurut operator tersebut, jumlah pasokan yang diterima belum sesuai dengan pengajuan kebutuhan pihak SPBU.
Ia mengungkapkan bahwa pengajuan pasokan mencapai 48 kiloliter (KL), sedangkan jumlah yang diterima hanya sekitar 24 KL.
“Keinginan kami 48 KL, tetapi yang diberikan sekitar 24 KL,” ucapnya.
Ia berharap jumlah pasokan BBM dapat dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, perbedaan antara jumlah yang diajukan dan yang diterima menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Ini yang terjadi, pemangkasan setengah dari usulan kami,” ungkapnya.
Pihak SPBU berharap Pertamina melalui depot penyalur dapat meninjau kembali kebutuhan pasokan Pertalite untuk SPBU Towua.
Penyesuaian pasokan diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran pelayanan kepada konsumen sekaligus mengurangi kepadatan antrean kendaraan.
Sementara itu, penjelasan dari pihak Pertamina masih diperlukan untuk mengetahui penyebab perbedaan antara jumlah pasokan yang diajukan dan yang diterima.
Konfirmasi tersebut juga penting untuk memperoleh kejelasan mengenai mekanisme penyaluran BBM serta langkah yang dapat dilakukan guna menjaga ketersediaan Pertalite bagi masyarakat Kota Palu.*
Yuda






