Anggaran Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Tembus Rp 2,3 Triliun

- Redaksi

Kamis, 7 November 2024 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaramasyarakat.com / JAKARTA – DPRD DKI Jakarta mendorong eksekutif agar mengeksekusi program sekolah swasta gratis pada tahun ajaran baru di bulan Juni 2025 mendatang. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,3 triliun.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mengatakan, eksekutif dan legislatif telah melakukan kajian terhadap program ini. Bahkan usulan ini telah menjadi rekomendasi dari Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 lalu.

“Itu (anggaran) Rp 1,6 (triliun) tapi ada tambahan Rp 700 miliar untuk yang itu tadi. Nanti berupa bantuan seragam dan buku-buku itu, mungkin kami sebutnya KJP-nya juga,” ujar Ima di DPRD DKI Jakarta pada Kamis (7/11/2024).

Baca Juga :  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Ima mengatakan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang selama ini telah berjalan akan tetap dipertahankan untuk menunjang kebutuhan sekolah gratis swasta di Jakarta. Dana itu bisa digunakan untuk membeli peralatan sekolah seperti buku, seragam sekolah dan sebagainya.

“Harus dipakainya untuk seragam sama alat-alat sekolah. Jadi kami lebih memprioritaskan keperluan sekolah, karena kondisi sekarang KJP itu banyak dipakai orang tua, bahkan untuk cicilan motor, untuk anaknya malah foya-foya, itu banyak terjadi. Itu yang sedang kami mendidik masyarakat bahwa sebenarnya KJP itu kan Kartu Jakarta Pintar untuk menunjang mereka di pendidikan,” jelas Ima.

Dia menyarankan agar mekanisme penyaluran KJP masih menggunakan kartu dan dananya hanya bisa digunakan untuk keperluan sekolah. Dia juga meminta kepada Disdik dan Bank DKI untuk rutin mengecek penggunaan dana KJP agar pengawasan bisa lebih maksimal.

Baca Juga :  DPRD: Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Bukan untuk Kalangan Mampu

“Dinas Pendidikan dan Bank DKI harus benar-benar kerja sama dengan baik. Jadi ketika ada penyelewengan, dibelikan contohnya, dibelikan makan di mana, atau buat beli baju yang dalam arti bukan buat sekolah, nah itu sudah harus muncul. Sudah harus ada sinyal bahwa ini dipakainya tidak benar. Jadi nanti akan dievaluasikan,” katanya.

“Ketika dievaluasi ternyata semakin banyak sekali, mungkin kami bisa langsung diberikan seragamnya dan bukunya. Pasti banyak perlu evaluasi, namanya kan kebijakan,” lanjutnya. ( Rvl )

Berita Terkait

Perkuat Link and Match Vokasi-Industri, Cabdin Wilayah II Jateng Resmi Luncurkan Aplikasi SIMESRA
Pelayanan Humanis Pengambilan Ijazah, Universitas BPD Banjir Pujian dari Alumni
Cetak Lulusan Berprestasi, Wisuda Universitas BPD Semarang 2026 Penuh Haru dan Kebanggaan
Sambang Sekolah, Satgas Madago Raya Bangun Kesadaran Kamtibmas di SMKN 1 Toribulu
Wamendikdasmen: Guru Harus Ditempatkan Pada Profesi Murni
Santri Dayah Ikuti Seleksi Beasiswa, Ajang Bergengsi Hafalan Kitab dan Hadist di Bireuen
Disdikbud Aceh Utara Ajak Seluruh Kepsek Tingkatkan Kualitas dan Prestasi Siswa
Apel Pagi di SMP Islam Pegandon, Kapolsek Karangdadap Tekankan Pentingnya Demokrasi yang Bertanggung Jawab
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Perkuat Link and Match Vokasi-Industri, Cabdin Wilayah II Jateng Resmi Luncurkan Aplikasi SIMESRA

Sabtu, 25 April 2026 - 19:23 WIB

Pelayanan Humanis Pengambilan Ijazah, Universitas BPD Banjir Pujian dari Alumni

Kamis, 23 April 2026 - 18:20 WIB

Cetak Lulusan Berprestasi, Wisuda Universitas BPD Semarang 2026 Penuh Haru dan Kebanggaan

Kamis, 18 Desember 2025 - 05:52 WIB

Sambang Sekolah, Satgas Madago Raya Bangun Kesadaran Kamtibmas di SMKN 1 Toribulu

Senin, 24 November 2025 - 10:27 WIB

Wamendikdasmen: Guru Harus Ditempatkan Pada Profesi Murni

Berita Terbaru