Ini Harapan Tokoh Muda Beutong, Wahyudin Tentang Pengelolaan Tambang Rakyat

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Seorang Tokoh Muda Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Wahyudin, akrab disapa Wahyu Beutong sangat mendukung dan apresiasi kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. terkait penertiban tambang emas rakyat.

Kata Wahyu Beutong, tambang emas rakyat di Nagan Raya merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat puluhan ribu kepala keluarga (KK) guna menghidupi kebutuhan rumah tangga, oleh karenanya tetap berjalan sembari dalam proses pengurusan izin usaha.

Baca Juga :  Mengenang Kisah Pakde Kus, Orang Tua AF (Agus Flores): Dari Pendidikan Akpol hingga Jejak Karya di Sulteng
Sosok Wahyudin dalam berinteraksi sosial dan publik dalam kesehariannya

“Sejalan dengan itu, tentunya tidak lagi seperti dulu terkesan catut marut tata kelolanya, ini bukan lagi rahasia dikalangan publik dan pemerintahan,” ujar Wahyudin, Selasa (18/11/25).

Menurutnya, semua paradigma hiruk pikuk terkait tambang emas rakyat di Nagan Raya mari jadikan refleksi bersama dan tidak lagi mengulang peristiwa-peristiwa masa lalu dimana penuh polemik dan tarik ulur sistemnya.

Baca Juga :  Hadiri Peringatan HUT RI ke 80, Ketua DPRK Aceh Tamiang Sebagai Pembaca Teks Proklamasi

“Untuk kedepannya mari kita dukung semua program dan kebijakan pemerintah agar kemajuan daerah dan upaya memerangi kemiskinan dapat terwujud hendaknya,” pinta Wahyu Beutong mengajak.

Kepada Kapolda Aceh dan Gubernur Aceh, Wahyu Beutong berharap melihat dan memandang banyak sisi dalam rangka menjalankan program terobosan untuk kepentingan daerah dan kemakmuran rakyat demi kemajuan dan kemandirian Aceh dimasa depan.*

Reporter : S. Adi P

Berita Terkait

Serangan Terhadap Masyarakat Desa KPK Seruway Dinilai Tak Pantas, Tri Septa BA: Hak Rakyat Terkesan Diabaikan
Kisah Keluarga dari Mojokerto, Besuki, dan Jejak Sejarah Majapahit
Mengenang Kisah Pakde Kus, Orang Tua AF (Agus Flores): Dari Pendidikan Akpol hingga Jejak Karya di Sulteng
Warga Pati dan Aliansi Jawa Tengah Akan Kawal Sidang Putusan Supriyono Alias Botok dan Teguh Alias RW di PN Pati, Kamis 5 Maret 2026
Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Ibadah Puasa
Respon Keluhan Masyarakat, Satintelkam Polres Banggai Tegur Pedagang LPG Subsidi Diatas HET
SAPA Minta Pemerintah di Aceh Hentikan Pembiayaan Periklanan Media Cetak
Ketua DPD Rampas08 Aceh Utara Sikapi Viralnya Berita Sorotan Desa Meunye Peut
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Serangan Terhadap Masyarakat Desa KPK Seruway Dinilai Tak Pantas, Tri Septa BA: Hak Rakyat Terkesan Diabaikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Kisah Keluarga dari Mojokerto, Besuki, dan Jejak Sejarah Majapahit

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Mengenang Kisah Pakde Kus, Orang Tua AF (Agus Flores): Dari Pendidikan Akpol hingga Jejak Karya di Sulteng

Senin, 2 Maret 2026 - 07:52 WIB

Warga Pati dan Aliansi Jawa Tengah Akan Kawal Sidang Putusan Supriyono Alias Botok dan Teguh Alias RW di PN Pati, Kamis 5 Maret 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 - 00:06 WIB

Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Ibadah Puasa

Berita Terbaru