Kasus Kekerasan Kepada Perempuan di Jawa Timur Terus Turun

- Redaksi

Kamis, 31 Oktober 2024 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Timur, suaramasyarakat.com — Sepanjang 2024 hingga kini, terdapat 640 kasus kekerasan pada perempuan yang terjadi di Provinsi Jawa Timur. Angka ini turun jika dibandingkan pada 2023 terdapat 802 kasus.

Sedangkan pada 2022 ada sebanyak 968 kekerasan terhadap perempuan. Ini artinya dalam tiga tahun terakhir angka kasus kekerasan pada perempuan tersebut menurun sebesar 33,2%.

Demikian juga dengan angka kekerasan pada anak. Dalam tiga tahun terakhir, penurunan signifikan bisa dicapai sebesar 31,7%. Perinciannya pada 2022, angka kekerasan anak terjadi sebanyak 1.561 kasus, kemudian menurun menjadi 1.386 kasus di 2023, dan kembali menurun pada 2022 menjadi 1.065 kasus.

Baca Juga :  Forum Cakar Sriwijaya DPC Banyuasin Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Sungsang II

“Kita terus berupaya dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang dilakukan secara holistik. Kita berkomitmen untuk mewujudkan Provinsi Jawa Timur yang aman dan nyaman bagi semua, tak terkecuali bagi perempuan dan anak,” ungkap Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Rabu (30/10/2024).

Adhy menegaskan keberhasilan Pemprov Jatim menekan kasus kekerasan kepada perempuan dan anak berkat upaya simultan yang melibatkan banyak pihak, termasuk Satgas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (PMPA).

Selain itu, ada kampanye 5 stop, yakni yan stop stunting, stop tanpa dokumen kependudukan, stop bullying dan kekerasan kepada perempuan dan anak, stop pekerja anak, dan stop perkawinan usia dini.

Baca Juga :  Nelson Pomalingo Pastikan 21,8 Milyard tunjangan Profesi Guru Triwulan IV Dibayarkan

Selain itu juga dilakukan advokasi dan sosialisasi terhadap guru BK di sekolah-sekolah baik jenjang SMP maupun SMA, dan melakukan advokasi dan sosialisasi forum anak Jawa Timur.

“Kita juga memiliki sistem pelaporan on call one stop service di call center pos Sayang Anak dan Perempuan (SAPA). Call center ini melayani laporan bullying, perdagangan anak, pernikahan dini usia, eksploitasi seksual dan ekonomi dan juga kekerasan pada perempuan dan anak,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Ramadhan Jadi Momentum Berbagi, Kapolres Aceh Timur Bantu Warga Huntara Idi
Kapolda Aceh Hadiri Penyaluran Bantuan Oleh Mensos dan Mendagri untuk Korban Banjir Aceh Timur
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berkah Ramadhan, Kapolsek Pantee Bidari Berbagi kepada Masyarakat
Penyaluran Bantuan Sosial Kemanusian Pasca Bencana Hidrometeorologi dari Kapolri melalui Polres Aceh Timur ke Titik Pengungsian
Mahasiswa STIK Angkatan 83 WPS Sindikat II Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir di Aceh Timur
PWI Kabupaten Pekalongan dan Alfamart Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tirto
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:18 WIB

Ramadhan Jadi Momentum Berbagi, Kapolres Aceh Timur Bantu Warga Huntara Idi

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:11 WIB

Kapolda Aceh Hadiri Penyaluran Bantuan Oleh Mensos dan Mendagri untuk Korban Banjir Aceh Timur

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:23 WIB

Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:14 WIB

Berkah Ramadhan, Kapolsek Pantee Bidari Berbagi kepada Masyarakat

Berita Terbaru