Parimo, Sulteng – suaramasyarakat.com // Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Tomini, saat dikunjungi media ini di Tomini, Selasa (4 November 2026), mengungkapkan bahwa pembatasan pengisian BBM sebanyak 5 liter merupakan kebijakan sesuai ketentuan, menyusul keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Pengawas SPBU Pertamina Tomini, Sofyan, mengatakan bahwa pembatasan tersebut diberlakukan karena persediaan BBM masih terbatas, sementara kebutuhan masyarakat cukup tinggi.
“Memang pernah ada pengisian 20 liter, tetapi itu untuk masyarakat yang datang dari jauh karena mempertimbangkan kebutuhan BBM dan jarak tempuh yang cukup jauh,” ujarnya kepada media ini.
Ia menambahkan, sejauh ini penyaluran BBM dari Pertamina Moutong ke SPBU Tomini masih berjalan normal. Begitu pula pelayanan kepada masyarakat, termasuk para nelayan, yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Menurut Sofyan, SPBU Tomini ke depan direncanakan akan mengalami peningkatan status dan mendapatkan penyaluran BBM jenis solar. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian waktu pelaksanaan perubahan status tersebut.
“Untuk sementara, penyaluran BBM di sini masih Pertalite subsidi dan Dexlite,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penjualan Dexlite di SPBU Tomini membutuhkan waktu cukup lama hingga persediaannya habis. Hal tersebut karena kebutuhan masyarakat terhadap jenis BBM tersebut masih relatif terbatas.
Sofyan berharap ke depan kebutuhan BBM masyarakat Tomini, baik untuk keperluan nelayan maupun masyarakat umum, dapat terpenuhi dengan baik sehingga pelayanan di SPBU semakin maksimal.*
Yuda






