Morowali, Sulteng — suaramasyarakat.com // Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Morowali memastikan pelayanan kesehatan terhadap kapal-kapal yang masuk dan beraktivitas di wilayah pelabuhan, mulai dari Bungku hingga Bahodopi, merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi mereka.
Hal tersebut disampaikan Kepala KKP Morowali saat ditemui media ini dalam kunjungan pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menjelaskan, pelayanan yang dilakukan tidak hanya mencakup pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pengawasan terhadap aspek sanitasi di lingkungan pelabuhan maupun kapal.
“Dari Pelabuhan Bungku sampai dengan Bahodopi, mulai dari aspek kesehatan hingga sanitasinya, itu merupakan tugas pokok kami,” ujarnya.
Terkait potensi penyakit menular, seperti cacar monyet, demam kuning, dan penyakit lainnya, pihak KKP Morowali menyebutkan bahwa hingga tahun ini belum ditemukan kasus menonjol di wilayah pengawasannya.
“Untuk tahun ini belum ada kasus yang menonjol,” katanya.
Selain pengawasan kesehatan pelabuhan, KKP Morowali juga menyampaikan bahwa layanan vaksinasi meningitis dan polio telah mulai berjalan.
Saat ini, terdapat tiga klinik vaksinasi yang telah beroperasi untuk mendukung kebutuhan masyarakat maupun pengguna jasa pelabuhan.
Namun, satu lokasi layanan vaksinasi di wilayah Bahodopi masih dalam tahap proses dan menunggu penerbitan izin operasional.
“Untuk satu tempat layanan klinik vaksinasi di Bahodopi masih dalam proses, tinggal menunggu izinnya,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan layanan vaksinasi di sejumlah wilayah dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan, mengingat cakupan wilayah Morowali yang cukup luas.
“Kami berharap dengan adanya vaksinasi, karena luas daerah, masyarakat bisa langsung menghubungi klinik-klinik vaksinasi kami di daerah-daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi tenaga medis, pihak KKP Morowali menyatakan bahwa kebutuhan dokter untuk mendukung pelayanan kesehatan pelabuhan saat ini telah terpenuhi.*
Yuda






